Dongkrak Sektor Pertanian, Samsun Berikan Bantuan Untuk Poktan di Muara Kaman

Terbit: 13 Desember 2022

Samsun
Muhammad Samsun saat berdialog dan memberikan bantuan pupuk ke kelompok tani Desa Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.

Prolog.co.id, Kutai Kartanegara – Sektor pertanian menjadi salah satu yang mendapatkan perhatian dari Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun. Berkomitmen dalam peningkatan hasil pertanian, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini memberikan bantuan pupuk ke kelompok tani (poktan) di Desa Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara beberapa waktu lalu.

Bantuan pupuk sengaja menyasar Desa Panca Jaya, Muara Kaman. Sebab, kawasan tersebut menjadi salah satu lumbung pangan bagi Provinsi Kaltim dan IKN melalui Program Pertanian Berbasis Kawasan. Program ini pun sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. Program tersebut berencana untuk melakukan transformasi ekonomi dari tambang ke pertanian.

Bantuan yang diberikan Samsun, sedikitnya diberikan pada 18 poktan. Terdiri dari 12 poktan padi sawah dan 6 poktan tanaman hortikultura. Bantuan pupuk ini dianggap salah satu cara untuk meringankan beban petani di tengah kondisi harga pupuk yang semakin melejit dan susah ditemukannya di pasaran.

“Keresahan masyarakat ada saat padi atau hasil bumi lainnya, masuk waktu pemupukkan. Tapi, pupuk tidak ada, pasti memengaruhi kualitas hasil panen,” ucap Samsun.

Bukan hanya pupuk, lanjut Samsun, ketersedian alat dan mesin (alsintan) pertanian juga menjadi salah satu yang perlu diperhatikan. Sebab, dari jumlah alsintan guna kebutuhan bajak kering dan panen saat ini dirasa masih kurang dalam memenuhi kebutuhan poktan. Setidaknya masih membutuhkan  2 – 3 alsintan, karena dalam satu masa panen paling sedikit dibutuhkan 4 – 5 alsintan. Kekurangan ini membuat poktan harus bergantian dalam penggunaan alsintan dengan desa sebelah. Hal ini pun dianggap sebagai salah satu penghambat produksi pertanian.

“Karena ini mutlak harus mekanisasi pertanian,” imbuh politisi asal Kutai Kartanegara ini.

Terlepas dari pupuk dan alsintan, politisi moncong putih ini menyarankan agar para petani tak hanya menanam satu jenis tanaman saja. Untuk memperkaya hasil pertanian, para petani bisa melakukan sistem tumpang sari, sehingga dalam satu kawasan tak hanya padi sawah yang dihasilkan tetapi juga dapat menghasilkan tanaman hortikultura hingga buah-buahan.

“Jadi panen mingguan ada, bulanan ada, taunan juga ada, penghasilan petani menjadi lebih banyak, seperti kelompok tani binaan di Pesisir. Bawahnya sayur atasnya Jambu Kristal, ada Alpukat, jangan ada lagi terpikir untuk menjual tanah kebun dan sawah unuk tambang, padahal hasl pertanian jauh lebih luar biasa, dibanding hasil jual tanah ke tambang,” sarannya.

Potensi pertanian di masa mendatang juga dirasa berpeluang besar. Sebab, kebutuhan pangan akan semakin meningkat. Samsun membeberkan setidaknya dalam menyambut IKN saja ada 1,5 juta ASN dan TNI-Polri yang pindah ke Kaltim, dari angka tersebut tentunya membawa keluarga.

“Ada 6 juta penduduk baru mebawa perut, yang akan masuk. Ini peluang besar hasil pertanian kita, pasarnya jelas, Muara kaman lumbung pangan, bukan lagi angan,” tutupnya.

(Redaksi Prolog)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved