Prolog.co.id, Tenggarong – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menekan angka stunting membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan data terkini per Oktober 2024, prevalensi stunting di Kukar telah mencapai 15,9 persen, jauh di bawah rata-rata nasional.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari berbagai intervensi yang dilakukan secara komprehensif.
“Baik intervensi sensitif yang melibatkan banyak OPD, maupun intervensi spesifik seperti tes kesehatan dan pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi, semuanya berkontribusi besar dalam menurunkan angka stunting,” ujar Sunggono, Kamis, 14 November 2024.
Pemerintah Kukar mengadopsi pendekatan ganda dalam penanganan stunting. Intervensi sensitif mencakup upaya-upaya yang dilakukan oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan dukungan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan sanitasi hingga peningkatan akses terhadap layanan kesehatan.
Sementara itu, intervensi spesifik difokuskan pada tindakan langsung untuk mengatasi masalah gizi pada anak, seperti pemeriksaan kesehatan rutin dan pemberian PMT.
“Kami juga melakukan audit kasus stunting secara berkala untuk memastikan bahwa setiap kasus ditangani dengan tepat dan efektif,” tambahnya.
Keberhasilan Kukar dalam menurunkan angka stunting membuatnya menjadi model bagi daerah lain di Indonesia. Target awal pemerintah pusat untuk mencapai prevalensi stunting di bawah 14persen bahkan telah dilampaui oleh Kukar.
“Kami optimistis, dengan upaya yang terus dilakukan, akhir tahun ini angka stunting di Kukar dapat turun di bawah 14 persen,” pungkasnya.
(Adm/Adv/Diskominfo Kukar)


