Antisipasi Insiden Bencana, Dinsos Kaltim Siagakan 1.000 Paket Bansos

Terbit: 15 Mei 2025

bansos
Penyaluran bansos dari Dinsos. (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyiapkan sebanyak 1.000 paket bantuan sosial (bansos) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi bencana di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim.

Akhir-akhir ini sebagian besar wilayah Kaltim kerap dilanda bencana seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa paket bantuan sosial ini sudah mulai didistribusikan secara sejak kegiatan Safari Ramadhan pada Maret lalu. Selanjutnya, pendistribusian dilanjutkan secara bertahap agar masing-masing daerah memiliki cadangan awal logistik kebencanaan.

“Sejauh ini Alhamdulillah, kami telah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan permakanan dan sebagian sandang, terutama untuk bayi dan balita. Ini merupakan bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat,” kata Andi.

Ia menambahkan, jika bencana berkepanjangan terjadi dan stok bantuan di tingkat kabupaten/kota tidak mencukupi, maka pemerintah setempat dapat kembali mengajukan permintaan kepada Dinsos provinsi. Permintaan tersebut akan diverifikasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Verifikasi sangat penting. Kami akan memeriksa data penerima dan menurunkan tim ke lokasi untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar dibutuhkan dan sampai ke tangan masyarakat terdampak,” tegas Andi.

Andi menyebutkan, beberapa wilayah yang telah menerima bantuan antara lain Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Berau, Kutai Barat (Kubar), termasuk kecamatan seperti Tabang, Muara Kaman, dan Kota Bangun. Di Kota Samarinda sendiri, masih ada beberapa titik yang terdampak banjir dan memerlukan bantuan lanjutan.

Andi mengungkapkan pihaknya kini tetap membuka ruang bagi laporan dari masyarakat atau pemerintah kelurahan yang mengetahui adanya warga yang belum tersentuh bantuan.

Menurut Andi, kondisi geografis dan sebaran penduduk yang luas menjadi tantangan dalam pemerataan distribusi, namun pihaknya berkomitmen untuk terus menjangkau wilayah-wilayah yang belum tertangani.

“Meski bantuan awal sudah kami distribusikan, kegiatan penguatan logistik terus kami lakukan. Ini penting agar daerah bisa merespons lebih cepat dan efektif saat bencana datang,” tutupnya.

(Mat)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved