Prolog.co.id, Samarinda – Arema FC berhasil memastikan satu tempat di final Piala Presiden 2024 setelah mengalahkan tuan rumah Persis Solo dengan skor 2-0 dalam pertandingan semifinal yang berlangsung sengit di Stadion Manahan, Rabu 31 Juli 2024.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. Kedua tim saling jual beli serangan, namun peluang emas baru benar-benar tercipta di babak kedua. Persis sempat menguasai bola lebih lama, namun gagal menembus pertahanan rapat Arema.
Kesempatan emas pertama pada pertandingan ini datang dari Ramadhan Sananta yang menaklukkan kiper Lucas Frigeri dalam duel satu lawan satu pada menit ke-24. Namun, gol tersebut dianulir karena berada dalam posisi offside.
Beberapa serangan balik cepat Arema juga sering kali memberikan ancaman serius. Namun, belum ada gol yang tercipta hingga turun babak pertama selesai.
Pertandingan di babak kedua kembali berjalan sengit. Namun, kesalahan fatal kiper Persis, Muhammad Riyandi yang gagal melepaskan umpan dari bola backpass, mampu direbut Charles Lokolingoy di depan gawang. Alhasil Singo Edan mampu unggul pada menit ke-58.
Dalam kondisi tertinggal, Persis malah kembali kebobolan pada menit ke-71. Kali ini tandukan Dalberto, yang memanfaatkan umpan tendangan bebas, sukses mengoyak jala gawang Persis yang dikawal Riyandi. Namun, dari pemeriksaan VAR, gol itu dianulir wasit. Dalberto dianggap sudah berada di posisi offside ketika tendangan bebas dilepaskan oleh rekan setimnya.
Persis berupaya mengejar ketinggalan. Namun, sebuah kesalahan di lini tengah membuyarkan asa tuan rumah. Serangan balik cepat Arema membuat pertahanan Persis kocar-kacir dan membuka celah bagi Lokolingoy untuk melepaskan tembakan jarak dekat dari sisi kanan kotak penalti yang bebuah gol keduanya pada menit ke-81.
Keunggulan dua gol Arema Malang bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Dengan hasil ini, Arema akan berhadapan dengan Borneo FC di partai puncak yang akan digelar di Stadion Manahan pada Minggu, 4 Agustus 2024. Laga final ini dipastikan akan berlangsung sengit, mengingat kedua tim memiliki ambisi yang sama untuk meraih gelar juara. Dan, menjadi ajang balas dendam Borneo FC yang kalah melawan Arema Malang pada dua pertandingan di final Piala Presiden 2017 dan 2022 lalu. (Day)


