Prolog.co.id, Samarinda – Pasca banjir yang melanda Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), beberapa persediaan obat-obatan dan vaksin berpotensi rusak akibat kurangnya wadah pendingin.
Banjir yang terjadi sejak 16 Mei 2024 ini menyebabkan aliran listrik di wilayah tersebut dipadamkan oleh PLN untuk menghindari bahaya bagi masyarakat.
Ketua Tim Pengendalian Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Adi Permana yang bertugas di lokasi kejadian menjelaskan bahwa padamnya listrik mengakibatkan terganggunya rantai dingin (cold chain) yang penting untuk menjaga kualitas obat dan vaksin.
“Obat dan vaksin yang memerlukan distribusi listrik berpotensi rusak karena kurangnya ketersediaan rantai dingin yang mampu menjaga kualitasnya,” ujarnya pada Minggu (19/5).
Meskipun gudang farmasi di Mahulu masih aman, Adi menekankan bahwa masalah utama adalah ketidakstabilan listrik.
“Jika pendingin tidak segera menyala, obat dan vaksin dalam kulkas bisa cepat rusak,” jelasnya.
Adi melaporkan bahwa dua rumah sakit dan enam Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dalam keadaan aman dan tidak mengalami kerusakan serius. Namun, perhitungan dampak pada 30 Puskesmas Pembantu masih berlangsung.
Selama masa penanganan di Posko Kesehatan Kabupaten Mahulu, Adi mengungkapkan bahwa kunjungan harian mencapai 100 orang.
“Posko sementara yang didirikan di Bangunan Gereja St Petrus Ujoh Bilang telah menampung 300 orang selama tiga hari terakhir dan melayani 24 jam dengan tim tenaga kesehatan lengkap,” katanya
Masyarakat terdampak banjir menurutnya mulai mengeluhkan berbagai penyakit seperti batuk pilek, hipertensi, diare, gatal pada kulit, dan demam.
“Selain itu, kita juga telah menerima laporan satu korban dewasa meninggal akibat tenggelam, serta dua anak yang dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar di Kutai Barat setelah mengalami insiden tenggelam,” terangnya.
Dinkes Kaltim terus berupaya memastikan ketersediaan layanan kesehatan meskipun menghadapi tantangan akibat banjir dan padamnya listrik. (mat)


