Prolog.co.id – Bank Indonesia (BI) yakin cadangan devisa Indonesia akan semakin gemuk dengan bertambahnya dolar yang masuk ke Tanah Air. Keyakinan ini muncul seiring terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2024 tentang Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA).
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu, 22 Mei 2024, mengatakan bahwa PP yang diteken Presiden Jokowi pada 20 Mei 2024 ini memberikan perluasan insentif Pajak Penghasilan (PPh) bagi pengusaha yang menempatkan DHE di sejumlah instrumen moneter dalam negeri.
“Penerbitan PP ini akan positif mendorong penempatan DHE SDA meningkat, dan tentu saja itu akan mendukung tidak hanya stabilitas ekonomi, juga stabilitas nilai tukar rupiah,” ujar Perry.
Pemerintah memberikan insentif menarik berupa tarif PPh Final hingga 0 persen bagi pengusaha yang menempatkan DHE di instrumen moneter dengan jangka waktu penempatan lebih dari 6 bulan.
Insentif ini berlaku untuk instrumen Term Deposit (TD) Valas milik Bank Indonesia, rekening khusus (Reksus) DHE SDA di Bank/LPEI, Deposito Valas dari Bank, hingga Promissory Note LPEI.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta melihat potensi akan meningkatnya penempatan DHE SDA setelah aturan tersebut terbit. Selain semua penempatan yang disebutkan dalam PP mendapatkan insentif, DHE yang dikonversi dari valas ke rupiah juga mendapatkan insentif.
“Kalau dia konversi ke rupiah, maka insentif juga lebih tinggi dari pada dia tidak konversi, dengan demikian ini akan meningkatkan minat dari eksportir itu dalam menempatkan DHE,” jelasnya.
Sejak Januari 2024, posisi TD Valas DHE dalam kondisi stabil di angka sekitar 1,8 – 1,9 miliar USD.
Ketersediaan valuta asing di dalam negeri menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas moneter dan perekonomian nasional, terutama rupiah.
Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan upaya untuk menjaga ketersediaan valuta asing di dalam negeri, salah satunya melalui kebijakan optimalisasi pemasukan dan penempatan DHE SDA valuta asing ke dalam sistem keuangan Indonesia. (Day)


