Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

,

Belimbur Jadi Prosesi yang Paling Ditunggu Warga Kukar

Terbit: 2 Oktober 2023

Pesta Adat Erau
Pesta Adat Erau 2023 Kukar.

Prolog.co.id, Kutai Kartanegara – Pesta Adat Erau di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memasuki acara puncak. Berbagai ciri khas adat lokal seperti Mengulur Naga dan prosesi Belimbur menjadi pelangkap festival tahunan ini.

Ciri khas adat lokal Kukar tak asing lagi bagi masyarakat sekitar, namun hal ini selalu menjadi topik seru untuk selalu dibahas tiap tahunnya, saat Pesta Adat Erau telah tiba.

Seperti, prosesi Belimbur tiap tahunnya selalu berhasil menjadi pusat perhatian, yang dimana ritual terakhir sekaligus penanda puncak perayaan Erau.

Belimbur sendiri adalah proses upacara adat yang dilakukan untuk menyucikan diri sang Sultan Kutai kartanegara Ing Martadipura dari pengaruh jahat.

Maka dari itu, ritual ini dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh rakyat Kukar untuk mendapatkan penyucian dan perlindungan diri.

Bukan hanya itu saja, Belimbur sendiri memiliki makna dan filosofi yang sangat dalam, laksana mendapatkan keberkahan, keselamatan, dan terhindar dari malapetaka.

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dan Kesultanan Kukar Ing Martadipura memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat, selalu menjaga keamanan selama berlangsungnya proses belimbur. Serta menikmati proses saklar tersebut secara nikmat dan hikmat.

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura telah mengeluarkan titah tata cara menjalani proses belimbur, di antaranya:

1. Menetapkan Tata Krama belimbur Erau Adat Pelas Benua Tahun 2023 Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Kesultanan dalam suatu titah Sultan Kutai kartanegara Ing Martadipura Ke XXI;

2. Tata Krama belimbur Erau Adat Pelas Benua Tahun 2023 Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai berikut :

a. Lokasi belimbur dari kelurahan loa tebu Kecamatan Tenggarong sampai Loa Janan Simpang 3 Kecamatan Loa Janan.

b. Waktu pelaksanaan belimbur sejak Sri Paduka Sultan Kutai Kartanegara Martadipura ke-XXI memercikan air tuli kurang lebih dimulai Jam 10.00 Wite s.d 15.00 Wite.

c. Belimbur dengan menggunakan penadah air (gayung) dan mengguyur menggunakan air Sungai Mahakam dan Air Bersih yang disediakan didalam drum disepanjang jalan yang telah ditentukan.

d. Dalam belimbur dilarang menggunakan air kotor dan air najis.

e. Dilarang Belimbur menggunakan air yang dimasukkan kedalam plastik dan dilempar;

f. Dalam melakukan belimbur dilarang menggunakan mesin pompa air yang disemprotkan secara langsung kepada masyarakat;

g. Dalam melakukan belimbur dilarang melakukan pelecehan seksual.

h. Dalam belimbur/menyiram dilarang kepada lansia, ibu hamil, anak-anak balita.

3. Menetapkan sanksi bagi pihak pihak yang melanggar tata krama belimbur pada acara pelaksanaan erau adat pelas benua tahun 2023, sebagai berikut:

a. Diberlakukan sanksi hukum adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura berdasarkan hasil mufakat Majelis tata nilai adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

b. Diberlakukan sanksi Hukum positif Undang-Undang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai penutup, Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin miliki harapan. Selama berlangsungnya tradisi pesta adat ini dapat berjalan lancar tanpa ada berita-berita miring usai pelaksanaan belimbur.

“Kita minta seluruh masyarakat untuk patuh terhadap imbauan Sultan Kutai Aju Muhammad Arifin, agar prosesi saklar ini benar-benar berjalan tanpa hambatan dan kabar-kabar buruk setelahnya,” ujar Rendi.

Adapun, sejumlah petugas nantinya disiagakan disejumlah titik lokasi belimbur. Agar mengantisipasi terjadinya aksi menyiram air yang menyalahi tata krama.

“Ayo semua warga bersama-sama menjaga ke sakralan prosesi belimbur ini. Mari kita buktikan bahwa masyarakat Kukar memang berbudaya,” pungkasnya. (Day/Adv/Diskominfo Kukar)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved