BI Kaltim Sebut Nilai Inflasi Benua Etam Masih Terkendali

Terbit: 2 Februari 2023

prolog nataru
Ilustrasi bahan pokok (Prolog.co.id)

Prolog.co.id, Samarinda – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KPwBI) Kaltim menyebutkan inflasi pada Januari 2023 masih terkendali. Angka inflasi Kaltim juga masih berada di bawah inflasi nasional.

“Inflasi Kaltim pada Januari 2023 terkendali, berada di bawah inflasi nasional,” kata Kepala KPwBI Kaltim, Ricky P Gozali dalam siaran tertulisnya.

Berdasarkan kelompok pengeluarannya, andil inflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau. Sementara itu, tekanan inflasi tersebut tertahan oleh deflasi kelompok transportasi.

Kemudian, penurunan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau menyebabkan inflasi sebesar 5,62 persen (year-on-year/yoy).  Peningkatan harga pada komoditas pangan ini didorong oleh ketersediaan pasokan yang menipis akibat seasonal curah hujan dan gelombang air laut yang tinggi. Selain itu akibat adanya peningkatan dari sisi permintaan dikarenakan adanya perayaan tahun baru 2023 dan Imlek. Pun demikian, angka inflasi tersebut lebih rendah dari bulan sebelumnya dengan capaian inflasi 6,55% (yoy).

“Peningkatan harga utamanya terjadi pada komoditas beras, ikan layang, serta nasi dengan lauk,” sebutnya.

Tekanan inflasi yang terjadi ini tertahan oleh adanya penurunan harga pada kelompok transportasi. Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 0,89 persen (month-to-month/mtm). Lebih rendah dibandingkan deflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,13 persen (mtm). Deflasi ini didorong oleh penurunan harga angkutan udara akibat berkurangnya permintaan pasca HBKN Nataru dan berakhirnya masa berlaku penerapan biaya tambahan yang dikenakan maskapai penerbangan.

“Selain itu, capaian deflasi kelompok transportasi juga disebabkan oleh normalisasi dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM terhadap beberapa komoditas pada kelompok transportasi,”

Menukil data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim periode Januari 2023 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,43 persen (mtm) atau 4,90 persen (yoy). Lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat 5,28 persen (yoy). Berdasarkan kelompok pengeluarannya, andil inflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau. Sementara itu, tekanan inflasi tersebut tertahan oleh deflasi kelompok transportasi.

Ricky menerangkan, dalam melakukan program pengendalian inflasi, TPID se-Kalimantan Timur akan berupaya mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

TPID se-Kalimantan Timur terus berupaya melakukan optimalisasi program pengendalian inflasi untuk terus mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Dalam rangka menjaga keterjangkauan harga itu, kegiatan operasi pasar atau pasar murah selama Januari 2023 akan dilakukan pemerintah daerah. Selain itu, juga dilakukan pemantauan harga beras oleh TPID Provinsi. Inflasi yang terkendali diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur menuju masyarakat yang sejahtera.

“TPID di wilayah Kaltim secara aktif bersinergi bersama pemangku kepentingan lainnya melakukan berbagai kegiatan pengendalian inflasi daerah. Penguatan komunikasi efektif juga terus digencarkan antara lain melalui rapat koordinasi high level maupun koordinasi teknis,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni menjelaskan, untuk menekan inflasi, daya masyarakat menjadi kuncinya. Pun demikian, pada rantai pasok barang pokok dan penting. Pengendalian ini mesti membuat harga bahan pokok dan penting terus berjalan stabil. Dipercaya dengan stabilnya harga ini akan mendorong daya beli masyarakat. Sehingga, masyarakat tak kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya.

Daya beli masyarakat ini pun disebut menjadi kunci Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) dalam pengendalian inflasi. Berhasilnya pengendalian inflasi ini pun menjadi fokus pemerintahan Benua Etam dalam menghadapi resesi ekonomi yang diprediksi terjadi pada 2023.

“Yang penting masyarakat punya daya beli, dan harga barang bisa terjangkau,” ucap mantan Kepala Dinas Pariwisara Kaltim ini.

Dalam pengendalian inflasi di Benua Etam akan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Rapat koordinasi secara rutin pun turut digelar dalam upaya pengendalian inflasi ini.

Sekadar informasi, sejak 2022, ekonomi global diprediksi akan mengalami resesi pada tahun ini. Prediksi ini dilihat dari adanya penurunan roda perekonomian. Ditandai dengan melemahnya produk domestik bruto (PDB) selama 2 kuartal berturut-turut.

Resesi disinyalir bakal mempengaruhi berbagai aspek. Mulai dari kondisi pasar keuangan yang makin tidak stabil, kontraksi ekonomi, inflasi, hingga stagflasi.

Adanya potensi resesi, diprediksi pula harga produk akan turut meningkat. Begitu pula dengan pendapatan yang kian menurun. Kemungkinan tersebut nantinya mempengaruhi daya beli masyarakat yang kemungkinan besar akan menurun. Jika resesi ekonomi terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama, maka dipastikan kehidupan masyarakat akan ikut terganggu.

(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved