Prolog.co.id, Samarinda — Memasuki awal November 2024, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan mengenai potensi cuaca ekstrem akibat peralihan musim yang diperkirakan akan membawa hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Kalimantan Timur.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, BMKG Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, menyebutkan bahwa pola cuaca di Kalimantan Timur berbeda dengan daerah lain.
“Kaltim memiliki jangka musim kemarau yang lebih pendek, sedangkan musim hujannya cukup panjang. Masa transisi ini memunculkan potensi hujan lokal ekstrem yang disertai angin kencang,” ujar Kukuh.
Menurutnya, angin kencang ini sebagian besar berasal dari awan cumulonimbus atau yang dikenal sebagai angin selatan. Dari pantauan BMKG, sekitar 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas menengah pada November ini.
“Khusus di Kabupaten Mahakam Ulu, hujan diperkirakan akan mencapai intensitas tinggi, sehingga BMKG bersama BPBD terus memantau kondisi untuk memberikan peringatan dini,” terangnya.
Beberapa wilayah lain yang diperkirakan mengalami curah hujan lebat ungkap Kukuh, adalah Kabupaten Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Berau, dan Kutai Timur.
“Sedangkan untuk Kota Samarinda masih masuk dalam kategori intensitas hujan menengah,” sebutnya.
Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama di daerah rawan banjir, agar mengikuti perkembangan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.
“Masyarakat di kawasan rawan banjir diharapkan dapat mengantisipasi dengan mengikuti informasi cuaca terkini,” tambah Kukuh.
Lebih lanjut, dia menjelaskan dalam Prospek Cuaca Mingguan periode 25-31 Oktober 2024, pihaknya mencatat adanya peningkatan kecepatan angin di selatan Indonesia akibat pembentukan awan cumulonimbus lokal.
“Kondisi ini memicu pembentukan awan konvektif pada sore hingga malam hari, yang meningkatkan risiko cuaca ekstrem seperti hujan deras, petir, dan angin kencang,” katanya.
Kukuh meminta agar masyarakat tetap siaga, terutama pada sore dan malam hari, terhadap potensi angin puting beliung, petir, dan hujan lokal dengan intensitas bervariasi yang bisa datang mendadak.
(Mat)


