Prolog.co.id – Paduan suara asal Samarinda, Borneo Cantata, kembali mengukir prestasi gemilang. Mereka berhasil menyabet gelar Grand Champion dalam ajang Nusantara Intercultural Choral Folk Festival (NICFF) 2025 di Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara (IKN), Ahad, 7 September 2025. Kemenangan ini menambah daftar panjang pencapaian mereka di kancah nasional maupun internasional, sekaligus menegaskan posisi sebagai salah satu paduan suara terbaik di Indonesia.
Di bawah arahan konduktor Roby Yolis Pata’dungan, Borneo Cantata tampil luar biasa di babak Grand Prix. Performa cemerlang ini membuahkan hasil manis setelah mereka sebelumnya sudah memenangkan juara pertama kategori Mixed Choir dan juara kedua Folksong pada babak penyisihan. Kedua gelar tersebut menjadi tiket bagi mereka untuk bersaing di Grand Prix, di mana mereka berhasil mengungguli sembilan tim paduan suara terbaik lainnya dari berbagai daerah. Secara total, Borneo Cantata membawa pulang tiga gelar sekaligus. Prestasi ini juga mengantarkan mereka mendapatkan hadiah berupa uang tunai senilai Rp40 juta, piala, dan piagam penghargaan.
Menurut Ketua Penyelenggara NICFF 2025 Sandry Ernamurti, penampilan Borneo Cantata dinilai paling sempurna di mata dewan juri. Ia menyebut mereka mampu menunjukkan kualitas dan musikalitas yang paling unggul dibandingkan peserta lain.
“Mereka yang paling memuaskan sehingga nilainya tertinggi,” kata Sandry yang juga Ketua Dewan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Penajam Paser Utara itu.
Prestasi di IKN ini semakin memperkuat rekam jejak Borneo Cantata yang telah lama berkiprah di pentas global. Pada 2010, mereka meraih juara kategori Mixed Choir di Tomohon International Choir Competition (TICC). Dua tahun kemudian, mereka kembali mengharumkan nama bangsa dengan membawa pulang dua medali emas untuk kategori musica sacra dan mixed choir di World Choir Games 2012 di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat. Pada 2016, Borneo Cantata menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di Internationaler Chorwettbewerb, kompetisi bergengsi di Spittal an der Drau, Austria, dan meraih medali emas untuk kategori folk song serta classical and modern choral works.
Kini, Borneo Cantata tengah mempersiapkan diri untuk kembali berkompetisi di panggung internasional. Mereka dijadwalkan akan mengikuti Malaysian Choral Eisteddfod (MCE) 2025 di Kuala Lumpur pada 5–9 November mendatang. Roby Yolis Pata’dungan selaku konduktor menegaskan bahwa prestasi ini hanyalah langkah awal.
“Langkah kami tak berhenti di sini. Borneo Cantata akan terus berusaha mengukir prestasi, baik di level nasional maupun internasional, untuk membawa harum nama Samarinda, Kalimantan Timur, dan Indonesia,” ujar Roby Yolis.


