Borneo FC Tembus Liga Asia, Rudy Mas’ud Janji Bereskan Lampu Stadion Segiri

Terbit: 17 Mei 2026

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat bersama istri, nonton bareng laga Borneo FC dan berjanji lakukan pembenahan Stadion Segiri, Samarinda. (Istimewa)

Prolog.co.id, Samarinda – Euforia keberhasilan Borneo FC Samarinda memastikan tiket ke kompetisi Asia musim depan disambut meriah ribuan pendukung Pesut Etam di Samarinda. Di tengah gegap gempita itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud langsung melontarkan janji tegas: pembenahan Stadion Segiri akan dipercepat agar Borneo FC bisa tampil di kandang sendiri saat berlaga di level internasional.

Janji itu disampaikan Rudy saat menghadiri nonton bareng laga tandang Borneo FC melawan Persijap Jepara dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Auditorium Hotel Claro Pandurata Samarinda, Minggu malam 17 Mei 2026.

Mengenakan jersey oranye khas klub kebanggaan Samarinda, Rudy datang bersama istrinya, Sarifah Suraidah, dan membaur bersama ratusan Pusamania yang memadati lokasi nobar. Suasana berlangsung riuh sejak awal pertandingan. Sorakan dukungan, tepuk tangan, hingga teriakan spontan pecah berkali-kali setiap Borneo FC menciptakan peluang.

Ketegangan sempat terasa ketika sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol. Rudy bahkan ikut bereaksi spontan bersama suporter lain saat salah satu peluang Pesut Etam melenceng tipis dari gawang lawan.

“Harusnya tadi masuk. Target kita dua gol,” ucap Rudy sambil tersenyum kepada suporter di sekitarnya.

Meski pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, berakhir imbang tanpa gol, hasil tersebut sudah cukup mengantarkan Borneo FC finis sebagai runner-up BRI Super League musim 2025/2026. Posisi itu sekaligus memastikan klub asal Samarinda tersebut meraih tiket tampil di kompetisi Asia musim depan.

Bagi masyarakat Kalimantan Timur, capaian itu dianggap sebagai pencapaian bersejarah. Setelah bertahun-tahun membangun kekuatan di kompetisi domestik, Borneo FC akhirnya kembali membuka peluang tampil di panggung internasional membawa nama Samarinda dan Kalimantan Timur.

Rudy menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa klub asal daerah mampu bersaing di level tertinggi sepak bola nasional.

“Yang penting kita tetap tampil di liga Asia,” katanya.

Namun di balik kebanggaan itu, muncul persoalan besar yang selama ini menjadi sorotan suporter, yakni kesiapan Stadion Segiri Samarinda untuk menggelar pertandingan internasional. Stadion yang selama ini menjadi markas Borneo FC dinilai belum memenuhi sejumlah standar yang ditetapkan AFC maupun AFF, terutama pada sektor pencahayaan.

Sorotan terhadap lampu Stadion Segiri kembali mencuat setelah Borneo FC dipastikan tampil di kompetisi Asia. Saat ini kapasitas pencahayaan stadion disebut masih berada di kisaran 900 lux, sementara standar pertandingan internasional membutuhkan pencahayaan minimal 1.200 lux agar layak digunakan untuk siaran dan pertandingan malam hari.

Kondisi tersebut membuat kekhawatiran berkembang di kalangan suporter. Banyak pihak tidak ingin Borneo FC kembali harus menggunakan stadion di luar Samarinda hanya karena persoalan fasilitas.
Menanggapi hal itu, Rudy memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan segera turun tangan melakukan pembenahan.

“Kalau hotel yang sudah belasan tahun mati saja bisa kita hidupkan kembali, masa lampu stadion tidak bisa,” tegasnya.

Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan para suporter yang hadir dalam nobar. Sebagian Pusamania bahkan meneriakkan dukungan agar pembenahan Stadion Segiri segera direalisasikan sebelum kompetisi Asia dimulai.

Rudy mengatakan pemerintah akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat peningkatan fasilitas stadion, khususnya sektor pencahayaan yang menjadi syarat utama pertandingan internasional.

“Lampu Stadion Segiri segera kita benahi supaya bisa dipakai Borneo FC untuk pertandingan liga Asia nanti,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov Kaltim mulai serius membenahi infrastruktur olahraga di Samarinda. Sebab selama beberapa musim terakhir, persoalan fasilitas stadion kerap menjadi keluhan, baik dari suporter maupun manajemen klub.

Tidak sedikit pertandingan Borneo FC sebelumnya harus digelar dengan berbagai penyesuaian akibat proses renovasi maupun standar teknis kompetisi. Kini, dengan peluang tampil di level Asia, tekanan agar Stadion Segiri benar-benar memenuhi standar internasional menjadi semakin besar.

Di sisi lain, suasana nobar yang berlangsung hangat juga memperlihatkan kedekatan antara pemerintah daerah dan komunitas suporter. Rudy tampak beberapa kali berdiskusi santai dengan Pusamania mengenai performa tim hingga peluang Borneo FC di kompetisi Asia musim depan.

Ia juga berharap fasilitas auditorium di kawasan GOR Kadrie Oening Sempaja bisa terus dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan nobar ketika Pesut Etam menjalani laga tandang.

Menurut Rudy, atmosfer kebersamaan antara pemerintah, klub, dan suporter menjadi modal penting untuk menjaga semangat Borneo FC menghadapi persaingan yang lebih berat di level Asia.

“Semangat seperti ini harus terus dijaga. Dukungan masyarakat sangat penting untuk Borneo FC,” katanya.

Kini, setelah memastikan tiket Asia di tangan, tantangan berikutnya bukan hanya soal kekuatan tim di lapangan, tetapi juga kesiapan Samarinda sebagai tuan rumah pertandingan internasional. Publik pun menunggu apakah janji pembenahan Stadion Segiri benar-benar bisa diwujudkan sebelum Pesut Etam memulai petualangan barunya di kompetisi Asia.

(Ter/Redaksi Prolog)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved