Prolog.co.id — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Budianto Bulang, menegaskan komitmennya memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat Wahau, Kabupaten Kutai Timur, usai melaksanakan reses masa sidang II tahun 2025.
Dalam kunjungannya ke empat desa, yaitu Desa Makmur Jaya, Desa Karya Bhakti, Desa Kombeng Indah, dan Desa Nehes Liah Bing, Budianto menerima berbagai aspirasi masyarakat. Tiga hal utama yang menjadi sorotan adalah sulitnya akses air bersih, keterbatasan bantuan pendidikan, serta kebutuhan akan rumah sakit di wilayah tersebut.
Krisis air bersih menjadi keluhan paling dominan. Warga menyampaikan bahwa saat musim kemarau, sumur yang biasa digunakan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan harian. Mereka berharap adanya pembangunan jaringan PDAM untuk menjamin ketersediaan air bersih.
Selain itu, aspirasi mengenai pendidikan juga disampaikan. Banyak pelajar di pedesaan yang terkendala biaya untuk melanjutkan studi. Warga meminta agar pemerintah provinsi memperluas jangkauan beasiswa sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama dengan daerah lainnya.
Di sektor kesehatan, masyarakat Wahau dan sekitarnya mengusulkan pembangunan rumah sakit tipe C. Saat ini, mereka masih harus menempuh perjalanan jauh ke Sangatta atau Bontang untuk mendapatkan pelayanan medis yang memadai. Usulan ini dinilai penting agar pelayanan kesehatan lebih merata dan mudah diakses.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Budianto Bulang menegaskan bahwa ia akan membawa isu-isu tersebut ke DPRD Provinsi untuk dibahas bersama dinas terkait. Menurutnya, air bersih, pendidikan, dan kesehatan merupakan kebutuhan fundamental yang tidak boleh diabaikan.
“Saya hadir bukan sekadar menyerap aspirasi, tapi memastikan bahwa apa yang disampaikan warga akan benar-benar diperjuangkan hingga ke tahap kebijakan,” ujarnya.
(Nng/Adv/DPRDKaltim)


