Prolog.co.id, Surabaya – Menjelang bergulirnya Liga 1 musim 2025/2026, Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez Moran, meracik ulang fondasi kekuatan timnya.
Pelatih yang akrab disapa “Coach Edu” ini tahu benar apa yang ia hadapi, Liga 1 musim 2025/2026 bukan sekadar soal kemenangan, tetapi membangun fondasi jangka panjang Persebaya. Karena itu, ia tidak tergesa. Ia memilih rumahnya sendiri—Gelora Bung Tomo (GBT)—sebagai pusat seluruh aktivitas tim, mulai dari latihan fisik, pemulihan, hingga ruang diskusi taktik.
“Kami ingin semuanya terpusat. Fasilitas di GBT memungkinkan kami menyatukan ritme dan mempercepat adaptasi pemain,” ujar pelatih asal Spanyol ini.
Lapangan ABC di kawasan stadion menjadi markas utama Bajol Ijo. Lengkap dengan fasilitas pemulihan dan ruang analisis, GBT menjadi tempat di mana Coach Edu meracik ulang kekuatan tim dengan pendekatan sistematis dan efisien.
Fokus utama tim saat ini adalah mengembalikan kondisi fisik pemain ke level ideal. Satu per satu pemain dipantau, dipoles, dipersiapkan. “Kami masih punya waktu cukup untuk membawa pemain ke performa terbaik sebelum kompetisi dimulai,” katanya.
Pemain Baru Persebaya Datang Bukan untuk Coba-Coba
Coach Edu juga menaruh perhatian besar pada integrasi pemain anyar. Setiap rekrutan, katanya, sudah melalui proses evaluasi mendalam.
“Kami tidak mengambil risiko. Pemain-pemain ini sudah kami kenal, kami analisis. Mereka datang dengan kondisi terbaik, dan kami yakin mereka akan menyatu dengan tim,” ungkapnya.
Meski latihan telah dimulai, beberapa pemain yang belum bergabung telah mengantongi izin khusus. Mereka dijadwalkan bergabung pada 26 Juni malam dan langsung ikut sesi latihan keesokan harinya.
Dengan waktu persiapan tersisa sekitar empat pekan, Coach Edu optimistis. “Kami punya cukup waktu. Progres berjalan sesuai rencana, baik secara fisik maupun taktik,” ujarnya. (don)


