Didi Tasidi, Pengacara Asal Jonggon Masuk Bursa Bakal Calon Bupati Kukar

Terbit: 6 April 2024

calon bupati kukar
Didi Tasidi, sosok pengacara yang masuk dalam bursa bakal calon Bupati Kukar. (Ist)

Prolog.co.id, Kutai Kartanegara – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kutai Kartanegara (Kukar), sejumlah nama mencuat sebagai calon Bupati Kukar. Didi Tasidi, pengacara asal Ibu Kota Nusantara (IKN) turut menjadi sosok yang masuk dalam bursa bakal calon (balon) Bupati Kukar.

Langkah Didi Tasidi untuk maju dalam perebutan kursi orang nomor 1 di Kukar itu semakin terlihat dalam kegiatan buka puasa bersama di kediamannya di Desa Loa Lepu, Tenggarong Seberang, Kamis (4/4) lalu. Ratusan kerabat, relasi, tokoh politik, pejabat, hingga driver ojek daring menghadiri buka puasa bersama yang diiringi pemberian zakat mal oleh Didi Tasidi kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Anggota majelis pengajian dari berbagai tempat pun tak luput dalam acara ini.

Tak hanya sehari, kegiatan sosial di bulan suci Ramadan kembali dilanjutkan keesokan harinya, Jumat (5/4). Ratusan paket takjil dibagikan di sejumlah titik di Tenggarong, yang mengundang antusias masyarakat. Ucapan terima kasih pun mengalir kepada sosok Ketua Umum Himpunan Advokat Pengacara Indonesia (HAPI) itu.

Didi mengaku jika kegiatan sosial selama bulan Ramadan semacam ini sudah dilakukannya lama. Di luar profesinya sebagai pengacara, ia memang rutin memperhatikan sejumlah persoalan sosial di tengah masyarakat. Hal ini dilakukannya untuk bisa memberikan manfaat kepada banyak orang.

calon bupati kukar
Tim Ditas selepas kegiatan pembagian paket takjil di Tenggarong. (Ist)

“Jadi kita memang berbuat itu, tidak menunggu jadi siapa-siapa. Tapi juga dari sejak lama,” ungkap pria yang besar di wilayah Jonggon, Kecamatan Loa Kulu ini.

Terkait Namanya yang menguat dalam perebutan kursi Bupati Kukar, Didi mengakui jika berbagai pihak memang telah memberikan dukungan untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Kukar. Bahkan untuk mengakomodasi dukungan yang diberikan kerabat dan masyarakat itu suatu tim khusus pun telah dibentuk. Tim berjuluk Ditas ini akan melihat dinamika politik yang ada saat ini. Pun demikian dengan berbagai kegiatan sosial yang akan digelar.

“Kita sudah membangun tim. Namanya Ditas. Kepanjangan mengabdi tanpa batas. Masih kita lihat bagaimana perkembangannya. Kita ingin coba mengabdi saja dulu,” sebutnya. (Day)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved