Prolog.co.id, Samarinda – Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda berencana merelokasi pasar tumpah di Jalan Sultan Hasanuddin dan Jalan Gerilya. Sebab, kedua pasar tumpah itu dianggap turut menjadi penyebab kemacetan lalu lintas.
Kepala Disdag Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan tujuan relokasi tersebut untuk mengembalikan fungsi pasar sebagai tempat perdagangan yang tertib dan teratur. Selain itu, langkah ini juga diambil untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di kawasan tersebut akibat aktivitas pasar tumpah.
“Kami sudah menyiapkan tempat di Pasar Merdeka untuk pedagang ikan dan sayur dari pasar tumpah di Gerilya. Tempat tersebut kami sediakan secara gratis,” ujar Marnabas.
Namun, Marnabas turut menegaskan jika akan menindak tegas para pedagang yang tidak memanfaatkan lapak yang disediakan.
“Ada kasus di Pasar Baqa, di mana lapak disewakan kepada pihak lain. Kami tidak mengizinkan pasar digunakan sebagai tempat simpanan. Lapak akan diambil alih jika tidak digunakan selama satu bulan,” jelasnya.
Sebelum melakukan relokasi Disdag Samarinda akan melakukan pendataan ulang para pedagang yang memiliki Surat Keterangan Terdaftar Usaha Berdagang (SKTUB). Para pedagang yang memiliki SKTUB akan mendapatkan prioritas untuk mendapatkan lapak.
“Kemungkinan penarikan lapak juga akan dilakukan di Pasar Segiri, karena masih ada pedagang yang masuk dalam daftar tunggu,” tutupnya. (Mat)


