D’MASIV Guncang Los Angeles, Langkah Awal Menuju Panggung Dunia

Terbit: 27 Maret 2025

D’MASIV Guncang Los Angeles, Langkah Awal Menuju Panggung Dunia

PROLOGBand pop-rock asal Ciledug, D’MASIV, mencetak prestasi internasional lewat penampilan mereka di ajang musik bergengsi dunia, MUSEXPO 2025, yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 12–20 Maret 2025. Tampil di panggung utama ajang ini, D’MASIV sukses mengguncang Los Angeles dan memperkenalkan musik Indonesia ke mata dunia.

Penampilan D’MASIV di MUSEXPO menjadi langkah awal menuju pasar musik global sekaligus pembuktian bahwa band asal Indonesia mampu bersaing di kancah internasional. Ajang ini dikenal sebagai salah satu konferensi musik paling berpengaruh di dunia. Sejak pertama kali digelar pada 2001 oleh Sat Bisla—President & Founder A&R Worldwide—MUSEXPO telah menjadi tempat lahirnya banyak musisi besar dunia seperti Coldplay, Adele, Muse, Keane, Jessie J, hingga Lorde.

D’MASIV tidak datang dengan tangan kosong. Selama tiga tahun terakhir, mereka rutin pulang-pergi Jakarta–Los Angeles untuk membangun jejaring dan menyiapkan materi musik secara matang. MUSEXPO menjadi ruang strategis untuk bertemu produser, label rekaman, serta pelaku utama industri musik dunia.

“Ada lebih dari 250 pelaku utama industri musik global yang hadir di ajang ini, belum termasuk ribuan penonton tiap harinya. Musexpo 2025 sangat dinanti. Kami latihan empat kali seminggu, satu sesi bisa 10 jam, dari pagi sampai malam. Seperti masa-masa awal dulu: Senin sampai Jumat latihan, Sabtu tampil,” ujar Rian Ekky Pradipta, vokalis D’MASIV.

Rian bahkan kembali mengambil les bahasa Inggris demi meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi selama di Amerika Serikat.

“Saya bahkan harus les bahasa Inggris lagi, agar maksimal di LA. Kita juga telah bertemu beberapa label dan promotor untuk mengatur business plan, termasuk rencana rekaman, dengan target rilis album di Mei 2025. Kalau mau menembus pasar global, ya harus ke AS. Seperti yang dilakukan Adele dan banyak musisi lain,” tuturnya.

Meski tidak semua musisi langsung menembus pasar internasional lewat MUSEXPO, Rian menilai ini sebagai momentum penting. Bersama para personel D’MASIV lainnya, mereka menyiapkan materi dan strategi jangka panjang.

“Setelah tampil hampir di semua kota Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, ini saatnya menaikkan level mimpi. Sebagai makhluk berakal, kita harus berani bermimpi besar. Tuhan bisa marah kalau kita nggak maksimalkan potensi. Apalagi kita satu-satunya band Asia yang tampil di slot prime time,” lanjutnya.

D’MASIV juga ingin menjadikan MUSEXPO sebagai ladang pertemuan strategis untuk mencari rekanan produser dan label rekaman yang bisa membawa mereka menembus pasar Amerika.

“Banyak CEO industri musik dari Netflix sampai Disney hadir di acara ini. Makanya kami harus tampil maksimal. Bahkan saya kembali belajar bahasa Inggris, demi pronunciation yang lebih baik,” kata Rian.

Meski tampil di luar negeri, identitas sebagai band Indonesia tetap mereka bawa.

“Kami ingin tampil orisinal sebagai band dari Ciledug, Indonesia. Lagu kami memang punya struktur yang lebih internasional. Kami sudah mapping produser yang cocok, dan nggak sabar untuk business meeting di sana,” lanjutnya.

Dalam proses ini, mereka juga rutin berkonsultasi dengan Sat Bisla, pendiri A&R Worldwide, yang dikenal memiliki jaringan kuat di industri musik global dengan klien dari label besar seperti Universal Music Group, Sony Music Entertainment, dan Warner Music Group.

“Kami berharap bisa mengikuti jejak musisi dunia dan sukses go global,” ujar Rian.

Langkah internasional ini juga menjadi awal baru setelah berakhirnya kerja sama dengan Musica Studio’s sejak 2008. Album terbaru D’MASIV direncanakan sepenuhnya berbahasa Inggris. Menurut gitaris Dwiki Aditya Marshall alias Kiki, MUSEXPO mempertemukan mereka dengan audiens yang berbeda dari panggung-panggung sebelumnya.

“Gue suka Mr. Big, Dream Theater. Sentuhan rock kami kombinasikan dengan tren musik sekarang. Demo lagu sudah kami siapkan. Nantinya akan ada perubahan, karena bekerja dengan produser luar harus menurunkan ego bermusik dan mencari titik temu,” jelasnya.

Rayyi Kurniawan, sang bassist, menambahkan, “Kita akan cari produser dan label yang cocok, dengan 10 materi lagu yang disiapkan dan 5 lagu untuk showcase nanti. Semoga ini jadi langkah baik menuju panggung musik dunia.”

Sementara itu, Rama, sang gitaris, menegaskan bahwa karakter D’MASIV tetap dipertahankan.

“Kita nggak mau kehilangan identitas. Tapi produser baru pasti akan memberikan warna baru. Saat tampil di NAM Show, banyak penonton luar negeri yang ikut bergoyang mendengar lagu kami. Itu semacam energi yang harus kita jaga,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan tantangan berpuasa di tengah lingkungan mayoritas nonmuslim saat di Amerika.

“Ketika kerja bareng produser luar, ego bermusik harus diturunkan karena mereka memberi rasa baru. Dan tantangannya, kami tetap harus jalankan ibadah puasa di sana,” katanya.

D’MASIV menganggap misi ini bukan sekadar perjalanan musik, tapi juga sebagai bentuk diplomasi budaya.

“Ini momen yang harus dirayakan bersama, baik oleh ekosistem musik Indonesia maupun global. Kami ingin perjalanan ini jadi persembahan untuk MASIVERS, penggemar setia yang selalu mendukung kami,” timpal Wahyu, drummer D’MASIV.

Berawal dari Ciledug, Tangerang, D’MASIV kini telah menjadi salah satu band papan atas Indonesia. Setelah 22 tahun berkarier, mereka membuktikan bahwa kerja keras, konsistensi, dan mimpi besar dapat membawa ke pentas dunia.

Dengan julukan The Voice of Impact dari MarkPlus Corp, D’MASIV bersiap meluncurkan program “D’MASIV Goes Global 2025–2030”, sebuah cetak biru untuk memperluas jangkauan karier dan merek mereka, sekaligus mempromosikan musik Indonesia di kancah internasional.

Partisipasi mereka di MUSEXPO 2025 menjadi tonggak penting dalam ekspansi global D’MASIV, sekaligus bukti bahwa musik Indonesia mampu diterima di pasar dunia.

Perjalanan mereka ke Los Angeles turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pertamina, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, DESOUND, JBL, TransJakarta, Shabu Kojo Premium, Warna Warni Advertising, Glance, hingga keluarga dan sahabat terdekat.

Dukungan tersebut menjadi bahan bakar semangat D’MASIV untuk terus melaju, mewujudkan ambisi, dan menciptakan sejarah baru dalam dunia musik global. (*)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved