Prolog.co.id – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai sebagai tulang punggung perekonomian Kalimantan Timur, namun masih menghadapi kendala serius dalam hal permodalan dan adaptasi teknologi. Anggota DPRD Kaltim, Firnandi Ikhsan, menegaskan perlunya langkah konkret pemerintah daerah untuk memperluas akses pembiayaan dan mendorong transformasi digital bagi pelaku UMKM.
Menurut Firnandi, lembaga keuangan konvensional belum sepenuhnya memberikan ruang yang memadai bagi pelaku usaha kecil. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menghadirkan alternatif pendanaan melalui skema berbasis syariah dan koperasi.
“Skema pembiayaan yang lebih ramah dan inklusif akan membantu UMKM tumbuh tanpa terbebani persyaratan berat dari bank,” ujarnya.
Selain permodalan, Firnandi menyoroti kebutuhan mendesak untuk memperluas pemasaran berbasis digital. Ia menyebut digitalisasi sebagai pintu masuk bagi UMKM di pelosok agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat global.
“Platform digital bisa menjadi jembatan agar produk lokal tidak hanya berhenti di pasar desa, tapi mampu bersaing di kota dan internasional,” katanya.
Ia juga mengajak pemerintah, perguruan tinggi, serta komunitas digital untuk bersama-sama membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM. Menurutnya, pendampingan dan pelatihan menjadi faktor penting agar program pengembangan usaha tidak sekadar bersifat seremonial.
“Kalau kita benar-benar memulai dari basis rakyat kecil, UMKM akan tumbuh kuat dan menjadi fondasi ekonomi daerah,” pungkasnya.
(Nng/Adv/DPRDKaltim)


