Prolog.co.id, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Timur (DPRD Kaltim) menyikapi ajakan Kabupaten Berau ke Kalimantan Utara (Kaltara). Ajakan itu datang dari Gubernur Kaltara, H Zainal Arifin Paliwang.
Terkait keiinginan Gubernur Kaltara H Zainal Arifin Paliwang ini pun ditanggapi Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur H Makmur HAPK. Mantan Ketua DPRD Kalimantan Timur menerangkan jika hal tersebut menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Namun, menurutnya merupakan hal yang wajar. Asalkan perbedaan pendapat dan penyampaiannya jangan sampai menyakiti perasaan.
“Bagaimanapun ajakan itu harus dihargai dan kami ucapkan terimakasih. Walaupun, sejauh ini masih Kaltim belum bisa bergabung. Soal penyampaiannya juga harus santun. Harus dikaji betul-betul tawaran yang ada, kalau menolak juga harus ada dasarnya,” ucap Makmur.
Menurut Makmur, hubungan baik antar daerah harus tetap dijaga. Sebab, secara geografis Kabupaten Berau bersinggungan langsung dengan Kaltara. Hal ini membuat tidak menutup kemungkinan jalinan kerjasama dalam beberapa sektor dapat berlangsung.
“Kaltim berkepentingan juga. Salah satunya soal perbatasan dengan Kaltara mungkin pengamanan laut dan sebagainya. Jadi jangan sampai ada ketersinggungan dari hal ini saja,” jelasnya.
Makmur menyinggung terkait sejarah terbentuknya Provinsi Kaltara. Ketika itu, dirinya masih menjabat Wakil Bupati Berau periode 2000-2005. Deklarasi Kaltara menjadi provinsi sendiri kala itu dilakukan di Pulau Derawan yang merupakan bagian dari wisata alam Berau. Sejumlah pertemuan membahas persiapannya saat itu pun langsung dipimpin olehnya.
“Tetapi Berau belum bisa untuk bergabung saat itu, ada tertuang dalam dokumen,” terang mantan Ketua DPRD Kaltim ini.
Ajakan Berau untuk bergabung ke Kaltara sejatinya disambut baik oleh Makmur. Namun disisi lain perlu ada analisa yang harus dilakukan oleh seluruh pihak terkait. Terlebih keinginan masyarakat Berau.
“Pelajari saja, artinya kalau saya berpendapat dengarkan saja suara rakyat Kaltim,” sebutnya.
Sekadar informasi, ajakan untuk bergabung dengan Kaltara itu disampaikan langsung gubernur serta didampingi beberapa jajaran Pemprov Kaltara. Pinagan itu dilonarkan saat pertemuan dengan Pemkab Berau Sabtu (14/1/2023) pekan lalu di Balai Mufakat Kecamatan Tanjung Redeb. Beberapa faktor menjadi poin penawaran juga disampaikan agar Kabupaten Berau bisa menerima pinangan tersebut. Salah satu poin yang diberikan ialah mengenai kemudahan urusan pemerintahan dan pelayanan.
(Jro/ADV/DPRDKaltim)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


