Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

,

DPRD Samarinda Minta Peran Serta Semua Pihak, Tangani Kemiskinan Esktrem di Samarinda

Terbit: 20 Oktober 2023

Kemiskinan Esktrem
Kondisi rumah penduduk yang terkategori sebagai penduduk dengan kemiskinan ekstrem.

Prolog.co.id, Samarinda – Langkah untuk menuntasan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem di Samarinda tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah terkait. Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti menyebut, Pemkot Samarinda tidak bisa bekerja seorang diri. Menurutnya, diperlukan kerja sama dan peran serta dari banyak pihak untuk menuntaskan persoalan ini.

“Pemerintah enggak bisa kerja sendiri, harus bisa melibatkan pihak-pihak lain. Ya termasuk masyarakat kita sendiri, harus bisa dilibatkan,” tutur Damayanti.

Di satu sisi, ia mengapresiasi berbagai program yang sudah disusun pemerintah. Damayanti berpendapat, hal tersebut bisa menjadi peluang bagus bagi warga Samarinda untuk keluar dari zona kemiskinan ekstrem. Namun peran serta masyarakat juga tak kalah penting untuk terlibat.

“Contoh saja, masyarakat bisa melaporkan kalau ada tetangga mereka yang kondisinya susah. Bahkan lebih baik, kalau antar masyarakat ini bisa saling membantu, sambil menunggu pemerintah,” sambungnya.

Sebagai informasi, data kemiskinan dan kemiskinan esktrem di Samarinda pada awal tahun 2022 mencapai 9.032 jiwa. Data tersebut diperoleh berdasarkan Pensasaran, Percepatan, Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang merupakan program Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Isfihani menjelaskan angka tersebut diambil dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI yang kemudian dikelola menjadi data angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

“Menteri PMK yang mengolah, pastinya ada pergeseran dari data awal. Jadi dari 9.032, maka sisanya ada 6.973 jiwa dari 1.456 KK (Kepala Keluarga). Maka dari itu, kemarin kita sempat memberi bantuan. Tapi setelah kita lakukan verifikasi, validasi ternyata jumlahnya turun jadi 6.973 jiwa,” tutup Isfihani. (Att/Adv/DprdSamarinda)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved