Forum Jamiyyatussadah Samarinda Angkat Bicara Soal Ucapan Isran Noor “Hantu Bebinian”

Terbit: 12 Oktober 2024

Forum Jamiyyatussadah
Para habaib yang tergabung dalam Forum Jamiyyatussadah saat aksi damai menyuarakan terkait ucapan Isran Noor, di kawasan Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Jumat (11/10/2024) kemarin.(Don)

Prolog.co.id, Samarinda – Para habaib di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) yang tergabung dalam Forum Jamiyyatussadah angkat bicara mengenai perkataan Calon Gubernur (Cagub) Kaltim, Isran Noor yang dianggap menyinggung soal habaib.

Diketahui kala itu, Isran Noor sambutan di kegiatan pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon gubernur yang digelar KPU Kaltim 23 September 2024 lalu ia menuturkan perkataan mengakui dirinya Habib yang diartikan “Hantu Bebinian”.

Pernyataan yang cukup lama itu rupanya masih membekas di kalangan para habaib yang ada di Kota Tepian ‘JulukannKota Samarinda’. Terlebih juga tidak adanya klarifikasi langsung dari yang bersangkutan terkait hal ini.

“Permasalahan ini memang sudah sekian lama kita menunggu namun tidak ada juga klarifikasi dari beliau, makanya kami adakan lagi seperti ini,” tutur Ketua Forum Jamiyyatussadah Samarinda, Sayid Noviar Ibrahim bin Husein Al Qadrie, saat di kawasan Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Jumat 11 Oktober 2024 kemarin.

Sayid Noviar Ibrahim bin Husein Al Qadrie menerangkan bahwa gelar Habib itu disandang pertama kalinya oleh Nabi Muhammad SAW pemberian langsung dari Allah SWT dengan sebutan “Habiballah” atau “Habibilmustofa”.

Maka dari itu, pihaknya sangat menyanyangkan adanya perkataan yang dianggap melukai habaib di Ibu Kota Kaltim ini.

“Kami tidak ridho dan kami tersinggung berat, serta kami ini tidak akan pernah berhenti menyuarakan masalah ini,” ujarnya.

Hal ini mengingat ‘Hantu Bebinian’ biasanya dikonotasikan pengertiannya dengan sesuatu yang negatif, sebutnya seperti ahli maksiat dan lain sebagainya. Tentu ini berbanding terbalik dengan habib yang mengajarkan tentang kebaikan.

“Para Habaib itu semua mengajarkan untuk kebaikan kepada umat, tapi diartikan sebagai ahli maksiat. Ini tidak bisa kita terima,” ucapnya.

Dari itu pihaknya pun akan terus mengadakan aksi damai seperti ini untuk menyuarakan ketidaknyamanan akan adanya perkataan itu, dengan tujuan tidak terulang kembali pernyataan-pernyataan seperti itu.

Dan Jamiyyatussadah Kota Samarinda mempersilahkan jikalau Isran Noor berminat untuk membuat klarifikasi terkait hal ini, akan tetapi tegasnya pihaknya untuk saat ini juga tidak menyuruhnya.

“Jika mau membuat klarifikasi silahkan dan kami tidak melarang, dan kami juga tidak menyuruh untuk sekarang,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan dari Muhibbin yang juga hadir dalam aksi damai yakni Muhammad Subhan menegaskan dirinya kecewa sekali mendengar perkataan yang tidak pantas untuk disampaikan ke depan publik itu.

Sebenarnya satu sisi dirinya sangat menghormati Isran Noor, namun ia sangat menyayangkan hal itu. Maka ia berharap kata-kata atau candaan seperti itu tidak lagi diutarakanya di tempat umum atau di sebuah lembaga umum.

“Karena di sini kita semua pengennya bersama-sama, ayo kita adakan kebersamaan supaya tidak ada ribut-ribut lagi di kalangan kita, itu harapan kita kedepannya,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Rapat Pleno Terbuka, pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim pemilihan serentak tahun 2024, yang digelar di Aula KPU Kaltim, pada Senin 23 September 2024, Isran Noor diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutannya.

Kala itu, di awal sambutannya Isran Noor menyampaikan ucapan hormatnya kepada para hadirin yang ada, mulai dari KPU, Bawaslu, Forkopim, pimpinan perusahaan pendukung, partai pendukung dan pengusung, dan termasuk pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

“Eh adinda Rudy Mas’ud dan Seno Aji, para Habaib yang asli dan paslu. Kalau yang ada di sini palsu semua, yang asli ini orangnya (*Menunjuk dirinya) Hantu Bebinian,” ucapnya yang didampingi Hadi Mulyadi.

Nah, adanya pernyataan di dalam kutipan itulah yang hingga kini masih menjadi pembicara di kalangan masyarakat khususnya bagi para habaib di Kota Samarinda.

(Don)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved