Prolog.co.id, Yogyakarta– Demi memperkuat sektor pertahanan dalam menghadapi musim perdananya di kompetisi kasta tertinggi, manajemen PSIM Yogyakarta kembali melakukan langkah strategis di bursa transfer. Kali ini, fokus tim tertuju pada lini belakang, dengan merekrut bek tengah asal Argentina, Franco Gaston Ramos Mingo.
Pemain berpostur 188 cm itu menjadi pemain asing ketujuh yang resmi dikontrak Laskar Mataram. Kehadiran Franco diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan tim terhadap sosok bek tangguh dan modern yang mampu menghadirkan stabilitas di jantung pertahanan.
“Franco itu pemain yang berpengalaman, yang bisa membantu PSIM,” ungkap Manajer Tim PSIM, Razzi Taruna, merujuk pada pengalaman Franco yang terakhir memperkuat Beroe Stara Zagora di Liga Bulgaria.
Franco akan melengkapi jajaran pemain asing seperti Rahmatsho Rahmatzoda, Deri Corfe, Ze Valente, Nermin Haljeta, Yusaku Yamadera, dan striker Rafael Rodrigues (Rafinha).
Razzi menilai Ramos Mingo sebagai bek tengah modern yang ideal, baik dari sisi postur, kemampuan duel udara, maupun kontribusi dalam fase transisi menyerang.
“Sebagai center back dia punya postur yang baik, punya duel udara yang baik. Dia modern, bisa bertahan, bisa bantu menyerang juga. Dia punya kecepatan yang baik,” tambah Razzi.
Franco juga diyakini bisa menjadi tandem ideal untuk pemain bertahan lainnya, seperti Yusaku Yamadera, dalam skema pertahanan PSIM musim ini.
Di sisi lain, Franco Ramos mengaku sangat antusias menjalani petualangan barunya bersama klub kebanggaan Yogyakarta tersebut. Ia menyebut bahwa ketertarikan untuk bermain di Indonesia sudah tumbuh sejak mendengar cerita dari rekan-rekannya.
“Dulu saya punya rekan setim yang pernah bermain di Indonesia dan mereka selalu berbicara baik tentang tempat ini,” kata Franco.
“Ketika saya mendapat kesempatan untuk bermain di PSIM, saya mencari tahu lebih jauh, dan saya sangat terpesona dengan kota serta para suporternya,” lanjutnya.
Meski sudah pernah bermain di berbagai kompetisi, termasuk Toronto FC II (Kanada) dan klub-klub Spanyol seperti Las Rozas CF dan San Fernando CD, pemain kelahiran Córdoba, 18 September 1997 ini menegaskan kesiapannya untuk memberi yang terbaik.
“Baik secara mental maupun fisik, saya sudah mempersiapkan diri. Itulah mengapa setiap hari saya selalu memberikan usaha yang maksimal dan 100 persen,” imbuhnya.
Dengan tambahan amunisi ini, PSIM berharap mampu tampil kompetitif di BRI Super League 2025/2026, sekaligus memberikan kebanggaan bagi suporter setia Laskar Mataram.
(Don)


