Harga Beras Melonjak, Pancing Keluhan Masyarakat di Kaltim

Terbit: 22 Februari 2024

Harga beras
Ilustrasi stok beras. (Dok Perum Bulog)

Prolog.co.id, Samarinda – Harga beras kian melonjak belakangan ini. Tak terkecuali di Kalimantan Timur (Kaltim). Secara umum, kenaikan harga beras saat ini mencapai Rp 5 ribu – Rp 7 ribu.

Harga beras yang kian melambung ini menjadi keluhan banyak masyarakat. Salah satunya, Dian, ibu rumah tangga asal Samarinda.  Perempuan berusia 53 tahun ini mengaku cukup kesal karena harga beras kian meningkat .

“Enggak pernah mengalami kenaikan harga beras sampai begini. Sudah gitu, di toko-toko beras banyak yang kosong, cuma 1-2 karung. Kalau dulu banyak dan jenis berasnya juga macam-macam,” jelas Dian.

Sedangkan di toko-toko retail yang cukup besar, Dian juga kesulitan untuk menemukan beras. Ketika dia menanyakan ke petugas toko, petugas justru berdalih stok beras memang sedang tidak ada.

“Miris saja melihatnya. Apalagi kalau di berita-berita seperti televisi itu orang pada ngantre beras,” ujar Dian.

Tak muluk-muluk, Dian berharap agar harga beras bisa segera kembali normal. Apalagi, dia mendengar informasi dari salah seorang penjual beras bahwa dalam seminggu ke depan, harga akan kembali naik.

“Apalagi ini mau masuk bulan puasa, takut akan semakin naik harganya,” keluh dia.

Kendati begitu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kaltim, Heni Purwaningsih mengatakan alasan melonjaknya harga beras ini diakibatkan oleh El Nino.

Heni mengatakan, meski harga beras tengah melambung tinggi, berdasarkan pemantauan yang dilakukan pihaknya, stok beras di distributor dan pasar masih mencukupi. Dia menyebut, produksi beras dalam negeri belum memasuki masa panen raya akibat hadirnya El Nino.

“Terkait harga ini disebabkan karena produksi beras dalam negeri belum masuk panen raya dan bahkan kemarin akibat dampak El Nino produksi beras mengalami penurunan,” ungkap Heni, Kamis (22/2).

Oleh sebab itu, pihaknya juga menjalin koordinasi dengan pemerintah kota dan kabupaten se-Kaltim untuk menggelar operasi pasar beras. Hal ini juga akan melibatkan pihak Bulog. Dalam waktu dekat ini pula, pihaknya segera membentuk toko penyeimbang.

Ditegaskan Heni, operasi pasar dan toko penyeimbang hadir untuk memastikan ketersediaan komoditas barang pokok. Terutama beras dengan harga sesuai acuan.

“Sehingga bisa mengendalikan inflasi dan memberikan pilihan kepada masyarakat untuk mendapatkan harga bahan pokok dengan harga yang bersaing,” tandasnya. (Gia)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved