Kesbangpol Kaltim Ingatkan Untuk berhati-hati Perihal Informasi Hoaks Terkait Undangan Upacara HUT RI ke-79

Terbit: 23 Juli 2024

HUT RI
Tahun ini IKN akan menjadi tempat pelaksanaan upacara 17 Agustus (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya undangan untuk berpartisipasi dalam upacara HUT Kemerdekaan RI ke-79 pada 17 Agustus 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Undangan yang menyebar melalui grup WhatsApp tersebut menyebutkan bahwa diperlukan 100 orang untuk mengikuti acara bersejarah ini dengan mengumpulkan fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Sekretaris Kesbangpol Kaltim, Ahmad Firdaus Iwan, menegaskan bahwa undangan tersebut adalah berita palsu, hal ini dikarenakan belum adanya link registrasi atau pendaftaran yang disediakan oleh Sekretariat Presiden (Setpres) RI.

“Sebelumnya Setpres meminta kepada Pemprov Kaltim melalui Kesbangpol untuk menghadirkan 400 tokoh masyarakat se-Kalimantan Timur dalam upacara pengibaran bendera pagi dan penurunan sore,” ujar Firdaus.

Ia menjelaskan bahwa pendaftaran peserta itu tidak dilakukan melalui organisasi masyarakat (ormas) seperti yang disebutkan dalam informasi palsu, melainkan melalui sistem satu pintu di Kesbangpol Kaltim.

“Nantinya pendaftaran itu akan dilakukan melalui via aplikasi link registrasi dari Setpres, sehingga tidak ada fotocopy KTP yang dikumpulkan,” jelasnya.

Firdaus juga mengungkapkan, pihaknya nanti akan meminta bantuan kepada Kesbangpol di setiap kabupaten kota untuk memfasilitasi data peserta yang akan hadir dalam upacara di IKN.

“Walaupun hingga saat ini kita belum menentukan kuota calon peserta per kabupaten/kota se-Kaltim,” sebutnya

Lebih lanjut berdasarkan informasi dari Setpres, terang Firdaus dalam HUT ke-79 RI di IKN ini dipastikan akan ada 1.380 orang yang akan hadir, yang terdiri dari 380 tamu VVIP, 300 anggota TNI, 300 anggota Polri, dan 400 tokoh masyarakat se-Kalimantan Timur.

Kesbangpol juga menekankan bahwa tokoh masyarakat yang hadir harus dalam kondisi fit, karena di IKN nanti, dari titik penjemputan sampai lokasi upacara, peserta diwajibkan berjalan kaki.

“Rata-rata tokoh masyarakat kita di Kaltim sudah sepuh. Makanya kami betul-betul menegaskan pastikan yang mendaftar itu fit,” kata Firdaus.

Firdaus berharap tiap ormas bisa lebih bijak dalam menyebarkan informasi, mengingat banyak masyarakat yang ingin hadir namun kuota terbatas.

“Untuk masyarakat umum, kita akan menyediakan videotron di beberapa titik agar mereka dapat menonton jalannya upacara 17 Agustus 2024 di IKN,” tandasnya.

(Mat)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved