Inflasi di Kaltim Capai 3.28 Persen pada Februari 2024, Disperindagkop Kaltim: Tertinggi di Kalimantan

Terbit: 22 Maret 2024

inflasi di Kaltim
Kepala Disperindagkop Provinsi Kaltim, Heni Purwaningsih (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) Provinsi Kalimantan Timur ungkapan inflasi di Kaltim pada bulan Februari 2024 mencapai menjadi yang tertinggi diantara empat provinsi di Kalimantan Timur.

Disperindagkop Kaltim menyebutkan, tingginya inflasi di Kaltim pada bulan lalu mencapai sekitar 3.28 persen.

Kepala Disperindagkop Provinsi Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa lonjakan inflasi di Kaltim tergantung pada stabilitas serta ketersediaan kebutuhan pokok.

Apalagi menurutnya, Kaltim masih sangat bergantung sekali pada komoditas kebutuhan pokok yang berasal dari beberapa daerah di luar Kaltim.

“Hingga saat ini, sebagian besar kebutuhan pokok di Kaltim masih disuplai dari Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi serta sebagian dari Kalimantan Selatan,” ungkap Heni, Jumat (22/3/2024).

Ia menyoroti, beberapa hal yang menjadi permasalahan inflasi disebabkan karena faktor infrastruktur yang belum memadai ke daerah-daerah terpencil, selain itu sulitnya akses terhadap pupuk subsidi dan ketersediaan BBM subsidi yang belum memenuhi kebutuhan kendaraan pengangkut.

“Maka dari itu kita terus menyiapkan berbagai strategi dalam pengendalian inflasi, termasuk keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, komunikasi efektif, dan ketersediaan pasokan,” katanya.

Heni juga menekankan, pentingnya keberadaan toko penyeimbang di setiap wilayahnya di Kaltim.

“Makanya, kita selalu mendorong agar 10 Kabupaten/Kota di Kaltim bisa memiliki toko penyeimbang, semisal di Samarinda ada Kios Sigap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, apalagi selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Lebaran,” jelasnya.

Sehingga dalam hal ini, pihaknya san pemerintah di tiap-tiap daerah bisa terus memastikan ketersediaan stok kebutuhan pangan agar tetap tercukupi,

“Kita juga telah berupaya mendorong kerja sama dengan beberapa outlet penyedia barang kebutuhan pokok,” tambahnya.

Heni menegaskan bahwa kehadiran toko penyeimbang bukanlah sebagai kompetitor bagi pedagang.

“Ini juga upaya kita (pemerintah) untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat, dan dengan strategi ini, Disperindagkop Provinsi Kaltim berharap dapat menjaga inflasi tetap terkendali serta masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya jelang Hari Raya yang akan datang,” tandasnya. (Mat)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved