Jendela dan Pena Rilis Album ‘Metamorfosa’, Musik dan Puisi dalam Harmoni

Terbit: 4 Juni 2025

Jendela dan Pena
Jendela dan Pena, grup musik asal Kota Samarinda. (dok. Jendela dan Pena)

“Esok adalah takdir yang kau gambar, dari setitik harap yang kau dekap.”—Jargon ini menjadi pengantar bagi album Metamorfosa, sebuah karya yang tidak hanya menawarkan musikalitas khas Pop Ballads, tetapi juga menggugah perasaan lewat lirik yang puitis dan mendalam.

Jika dalam Alinea Pertama (2018) mereka masih dalam tahap eksplorasi, kini Metamorfosa memperlihatkan pendewasaan musikal dengan orkestrasi biola dan gitar akustik yang semakin matang. Lagu-lagu seperti Di Sebelahmu, Reda, dan Alam Memeluk Kita menyajikan nuansa yang syahdu dan penuh refleksi, membuat pendengar larut dalam kisah yang mereka suguhkan.

Tidak hanya tentang romansa, album ini juga merangkum kisah kehidupan dalam sudut pandang yang lebih luas—dari perjalanan pribadi hingga hubungan manusia dengan alam. Hal ini diperkuat dalam lagu seperti Bila Kita Adalah Puisi, yang menggambarkan keindahan makna hidup dalam bingkai kata-kata.

Perjalanan “Metamorfosa” Jendela dan Pena

Album ini lahir melalui proses panjang selama dua tahun—tantangan utama bukan hanya eksplorasi musikal, tetapi juga kesibukan masing-masing anggota sebagai kepala keluarga. Namun, dengan dedikasi yang tak tergoyahkan, Rudini (vokal), Nata (gitar akustik), dan Dako Chandra (biola) berhasil menciptakan sebuah karya yang siap menghangatkan hati banyak orang.

Sebagai band yang terus bertransformasi, Jendela dan Pena membuktikan bahwa konsistensi dan karakter kuat dalam berkarya mampu mempertahankan eksistensi mereka. Tidak heran jika setiap rilisan mereka selalu dinantikan oleh penikmat musik.

Bagi yang ingin menikmati perjalanan Metamorfosa, album ini telah tersedia di seluruh digital streaming platform mulai 6 Juni 2025.

Profil Jendela dan Pena

Ada banyak cara bagi sebuah karya seni menemukan jalannya menuju hati pendengar. Bagi Jendela dan Pena, perjalanan itu dimulai dari panggung teater—tempat di mana mereka pertama kali “terjebak” dalam dunia seni yang kaya akan sastra dan musik.

Band asal Samarinda ini bukanlah sekadar kumpulan musisi biasa. Rudini (vokal), Nata (gitar akustik), dan Dako Chandra (biola) adalah tiga sahabat lama yang awalnya hanyalah penata musik di setiap pertunjukan teater yang mereka geluti. Namun, tanpa disadari, teater menjadi pintu menuju dunia baru: musik.

Berangkat dari kecintaan mereka terhadap sastra, lahirlah ide untuk menyulap puisi menjadi lagu. Dengan sentuhan khas yang menggabungkan gitar akustik, biola, dan vokal penuh ekspresi, mereka pun menemukan identitas musikalnya—Pop Ballads yang syahdu dan penuh makna. Resmi terbentuk pada tahun 2016, Jendela dan Pena sejak itu menjelajahi berbagai panggung musik, dari event lokal di Kalimantan Timur hingga ajang nasional.

Sejak debutnya, band ini terus berupaya menghadirkan musik yang bukan hanya enak didengar, tetapi juga mengandung pesan mendalam. Album mini mereka, Alinea Pertama (2018), memperkenalkan enam lagu yang kaya akan nuansa emosional, seperti Serpihan, Senyum yang Ku Rindu, dan Naung Hutan Hujan.

Setelahnya, mereka merilis beberapa single, seperti Tentang Esok (2020), Reda (2023), hingga Perihal Pulang (2023), yang semakin memperkuat karakter musikal mereka. Kini, setelah tujuh tahun berkarya, Jendela dan Pena akhirnya meluncurkan album penuh pertama mereka, Metamorfosa (2025), yang terdiri dari sembilan lagu yang membawa pendengar dalam perjalanan reflektif tentang kehidupan dan harapan.

Bagi Jendela dan Pena, musik bukan sekadar hiburan—ia adalah ruang eksplorasi, tempat mereka bermetamorfosa sebagai individu dan kelompok.

Kini, perjalanan mereka dapat dinikmati lebih luas. Semua lagu Jendela dan Pena telah tersedia di berbagai platform digital, siap menemani siapa saja yang ingin larut dalam harmoni musik dan makna yang mereka bawa.

YouTube: Jendela dan Pena

Instagram: @jendeladanpena

Spotify: Jendela dan Pena

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved