Jenis Alat Pelindung Diri yang Sering Dipakai di Lapangan

Terbit: 18 November 2024

Jenis Alat Pelindung Diri yang Sering Dipakai di Lapangan prolog
ilustrasi/internet.

PrologDi antara banyaknya jenis pekerjaan di lapangan, ada beberapa yang memiliki risiko tinggi, seperti tukang bangunan, ahli konstruksi, pekerja tambang, dan teknisi listrik.

Oleh karena itu, pekerja lapangan wajib menggunakan alat pelindung diri dari awal sampai akhir selama bertugas. Perlengkapan ini dikenakan dengan tujuan untuk meminimalisir kecelakaan atau paparan penyakit di tempat kerja.

Lalu, apa saja alat pelindung diri paling dasar yang paling sering dipakai pada tugas lapangan? Berikut penjelasannya.

Apa itu APD?

Alat pelindung diri (APD) adalah alat yang memiliki kemampuan untuk melindungi seseorang, fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Itulah definisi APD dari Permenaker No 9 tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pekerjaan pada Ketinggian.

Pekerjaan yang membutuhkan APD bukan hanya pekerjaan yang memiliki risiko kecelakaan besar saja, lho. Namun, pekerja yang bekerja di dalam ruangan, seperti tukang cat, tukang las, dan tukang pipa juga membutuhkan APD yang layak.

Sebab, mengabaikan pemakaian APD bisa berdampak pada jangka panjang. Efek penyakitnya bisa baru terasa ketika Anda memasuki usia lanjut non produktif atau sudah tidak bekerja. Misalnya, iritasi kulit, gangguan pernapasan, hingga kanker.

APD yang digunakan pun harus berkualitas dan sudah sesuai dengan standar dan ketentuan Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA), peraturan pemerintah, dan BSN.

Jenis-jenis Alat Pelindung Diri (APD) yang Sering Dipakai

Ada berbagai jenis APD yang tersedia di pasaran, mulai dari APD untuk kaki, tangan, hingga kepala. Namun berikut APD yang paling dasar dan sering dipakai pekerja di lapangan, di antaranya:

1. Helm

Safety helmet atau helm keselamatan merupakan APD yang paling umum digunakan di berbagai jenis pekerjaan, terutama di bidang konstruksi. Fungsi utama helm adalah melindungi kepala dari benturan, kejatuhan benda keras, atau tertimpa benda berat.

Jenis helm keselamatan pun ada banyak, mulai dari helm proyek sampai welding helmet khusus pekerja las yang memiliki pelindung mata dan wajah dari sinar UV yang sangat kuat.

2. Safety Vest

Rompi keselamatan, atau sering disebut safety vest, adalah pakaian pelindung yang dirancang khusus untuk meningkatkan visibilitas pekerja. Rompi ini umumnya berwarna cerah, seperti oranye, kuning, atau merah, dengan strip reflektor yang sangat terlihat di siang dan malam hari.

3. Glove

Sarung tangan atau glove digunakan untuk melindungi tangan dari berbagai bahaya seperti bahan kimia, panas, dingin, benda tajam, gesekan, dan mikroorganisme. Berdasarkan bahannya, sarung tangan terbagi menjadi tiga yaitu sarung tangan karet, kulit, dan kain.

4. Jas Hujan

Jas hujan juga termasuk salah satu APD yang wajib ada bagi pekerja lapangan, apalagi saat sedang musim hujan atau cuaca tidak menentu. Jas hujan khusus APD dirancang dari bahan yang tahan air, seperti PVC atau nilon dengan ketebalan ekstra, sehingga tidak rembes.

Beberapa jas hujan dilengkapi dengan lapisan tambahan untuk melindungi dari angin, serta strip reflektor untuk meningkatkan visibilitas pengguna.

5. Breathing Apparatus

Alat pelindung diri yang paling dasar dan sering dipakai di lapangan selanjutnya yaitu breathing apparatus atau dikenal juga dengan nama Self Contained Breathing Apparatus (SCBA).

SCBA adalah alat pelindung pernapasan yang mandiri, berisi udara bersih atau oksigen yang dimasukkan dalam tabung. Alat ini memungkinkan pekerja untuk bernapas di lingkungan yang kekurangan oksigen atau mengandung gas beracun.

6. Safety Glasses

Kacamata pengaman berfungsi melindungi mata dari debu, partikel kecil, cairan, dan benturan ringan. Jenisnya bermacam-macam, mulai dari lensa bening, lensa berwarna, dan ekstra lapisan anti kabut.

7. Harness

Khusus pekerja di ketinggian seperti teknisi listrik, cleaning service gedung pencakar langit, dan teknisi kapal ada satu APD yang wajib digunakan yaitu harness atau sabuk pengaman.

Harness merupakan alat utama untuk menahan tubuh supaya tidak jatuh bebas. Sabuk pengaman ini dilengkapi dengan fitur khusus yaitu d-ring untuk menghubungkan sabuk dengan lanyard, tali bahu dan pinggang, tali kaki, fall arrestor, tali permanen, dan tali yang dapat ditarik secara otomatis (retractable lifeline).

Alat pelindung diri (APD) termasuk bagian dari K3 yang harus dikenakan oleh seluruh pekerja atau petugas lapangan. APD yang dipilih pun perlu sesuai dengan standar pemerintah.

Anda bisa mendapatkan APD berkualitas, berstandar, dan terjangkau di supplier alat pelindung diri terpercaya, yaitu PT. Mora Selamat Abadi. Perusahaan tersebut menyediakan alat pelindung diri lengkap dan bisa dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia.

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved