Prolog.co.id, Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Joni, kembali menyoroti masalah gelandangan dan pengemis (gepeng) yang masih banyak ditemui di beberapa kawasan, terutama anak-anak yang sering terlihat mengemis di jalanan pada jam-jam sekolah. Menurutnya, permasalahan ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak terkait, terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berwenang dalam urusan sosial dan pendidikan.
Joni mengungkapkan keprihatinannya melihat anak-anak yang seharusnya berada di sekolah justru terpaksa mengemis di jalanan.
“Anak-anak ini seharusnya mendapatkan akses pendidikan yang layak, bukan berkeliaran di jalanan untuk mengemis. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka mendapatkan hak-hak dasar mereka, terutama dalam hal pendidikan,” tegas Joni saat diwawancarai awak media.
Menurut Joni, langkah konkret dari dinas-dinas terkait sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Ia meminta agar dilakukan penelitian mendalam untuk mengidentifikasi akar masalah yang membuat anak-anak terjerumus dalam kehidupan sebagai gepeng.
“Kita perlu mengetahui penyebab sebenarnya, apakah faktor ekonomi, ketidaktahuan orang tua, atau kurangnya akses pendidikan. Dengan pemahaman yang tepat, kita bisa merancang solusi yang efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Joni juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani masalah ini. Ia menyarankan agar Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan lembaga terkait lainnya bersinergi untuk mencari solusi yang komprehensif.
“Saya berharap ada tindakan nyata dari dinas-dinas terkait. Masalah ini bukan hanya soal kehadiran anak-anak di jalanan, tetapi juga tentang masa depan mereka. Jika kita tidak bertindak sekarang, masalah ini bisa berkembang menjadi isu yang lebih serius dan merusak generasi mendatang,” tegasnya.
Selain itu, Joni juga menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam menangani masalah gelandangan dan pengemis. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dan melaporkan jika menemukan anak-anak yang berada di jalanan saat jam sekolah.
“Keterlibatan masyarakat sangat penting. Jika kita menemukan anak-anak yang berada di jalanan pada jam sekolah, segera laporkan ke pihak berwenang agar bisa diambil tindakan cepat,” ujarnya.
Melalui pendekatan yang komprehensif dan sinergis, Joni berharap masalah gelandangan dan pengemis anak di Kutim dapat diatasi dengan baik. Ia berkomitmen untuk mendorong semua pihak agar anak-anak tersebut bisa mendapatkan kembali hak-hak mereka untuk belajar dan berkembang secara optimal.
“Anak-anak adalah masa depan kita, dan kita memiliki kewajiban untuk melindungi masa depan itu,” pungkas Joni dengan penuh harapan.
(Idm/Adv/DPRD Kutim)


