Kaleidoskop Kutai Kartanegara 2024: Pembangunan Infrastruktur hingga Target Menjadi Lumbung Pangan IKN

Terbit: 5 Desember 2024

Kutai Kartanegara Kukar
Kolase foto di Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2024.

Seluruh perjalanan pembangunan di Kota Raja sepanjang tahun 2024 ini terangkum dalam Kaleidoskop Kukar sebagai berikut;

Peningkatan Infrastruktur di Kabupaten Kutai Kartanegara

3296d4bd whatsapp image 2024 05 12 at 19.41.27 a9475a1b 1024x576 1

Peningkatan dan pembangunan infrastruktur memang tengah gencar dilakukan Pemkab Kukar di bawah pimpinan Edi Damansyah dan Rendi Solihin. Sebab, mampu memberikan multiplier effect atau efek berganda. Sebab, mampu memberikan multiplier effect (efek berganda), termasuk bagi roda perekonomian di wilayah terluar Kutai Kartanegara.

Pembangunan Jembatan Sebulu di Kecamatan Sebulu menjadi satu di anatara sekian pembangunan infrastruktur yang dilakukan. Jembatan yang dapat meningkatkan konektivitas wilayah hulu Kukar dan Muara Bengkal, Kutai Timur (Kutim) ini ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun.

Jembatan Sebulu memiliki panjang keseluruhan 915 meter, dengan bentang dari ujung sungai ke ujung sungai di seberangnya 471 meter dan bentang tengah 270 meter. Model jembatan yang digunakan adalah pelengkung baja (steel bowstring tied arch), sama dengan jembatan Kutai Kartanegara pertama di Tenggarong.

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari misi keempat Kukar Idaman, yaitu meningkatkan infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah. Jembatan ini menjadi idaman masyarakat Sebulu dan wilayah hulu Kukar lainnya.

Di sisi lain, penyediaan fasilitas kesehatan yang layak turut menjadi perhatian di kabupaten/kota terluas kedua di Kaltim ini. Di wilayah pesisir, tepatnya di Kecamatan Muara Badak akan dilengkapi Rumah Sakit (RS) Muara Badak.

RS Muara Badak akan menjadi harapan baru bagi masyarakat di wilayah tersebut yang selama ini harus menempuh jarak jauh ke Samarinda, Bontang, atau Tenggarong untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Rumah sakit tipe C ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk 100 lebih tempat tidur, ruang UGD, ruang rawat jalan, ruang rawat inap, ruang radiologi, ruang laboratorium, ruang intensif, dan ruang operasi.

Pembangunan RS Muara Badak dilakukan di atas lahan seluas 2,5 hektare dari total 7,5 hektare yang tersedia. Anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan ini pun tidak tanggung-tanggung, yaitu sebesar Rp63,2 miliar.

RS Muara Badak ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Juli 2025 mendatang. Pemerintah Kabupaten Kukar tidak hanya fokus pada penyelesaian fisik bangunan, namun juga pada persiapan sumber daya manusia (SDM) medis.

Contohnya, Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja yang menjadi satu diantara pembangunan wilayah pedesaan yang dilakukan Pemkab Kukar. Peningkatan badan jalan pun dilengkapi oleh Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).

Tak hanya berfokus pada infrastruktur jalan, Pemkab Kukar juga memberikan perhatian bagi infrastruktur pesisir. Rinciannya, peremajaan untuk 13 dermaga dan pembangunan 1 dermaga baru.

Sementara itu, untuk desa terluar di Kota Raja, Pemkab Kukar juga memiliki program, Terang Kampongku. Hingga saat ini program ini terus dikebut guna pemerataan penyaluran listrik di desa-desa yang ada di Kukar.

Sumber listrik yang digunakan untuk program ini berasal dari dua jenis, yaitu PLN dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal. Untuk desa-desa yang menggunakan listrik PLN, saat ini sudah diselesaikan semua pembangunannya. Sedangkan untuk desa-desa yang menggunakan PLTS komunal, pembangunannya masih berlangsung.

Peningkatan infrastruktur di wilayah Kukar juga merambah ke sektor pariwisata. Di antaranya pembangunan water boom di Pulau Kumala. Pun demikian pada fasilitas yang ada di objek wisata unggulan Kota Raja itu.

Optimis jadi Lumbung Pangan Kaltim dan IKN

869c74e9

Pemkab Kukar terus menggenjot optimalisasi sektor petanian. Melalui program Makmur Idaman, Kukar optimis mampu menjadi lumbung pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Melalui program Kukar Idaman, kawasan-kawasan strategis pertanian akan dikelola secara terpadu menggabungkan beberapa sektor usaha tani, seperti sawah, hortikultura, peternakan, dan perikanan. Kawasan ini juga dilengkapi dengan hilirisasi produk, jalan usaha tani, irigasi, dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa).

Saat ini 13 kawasan telah diverifikasi Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, sebagai kawasan pertanian terpadu. Wilayah-wilayah ini tersebar di enam kecamatan termasuk Tenggarong dan Muara Kaman yang menjadi pusat kegiatan pertanian dengan luas total 7.628 hektare.

Program ini diyakini memiliki multiplier effect atau efek berganda terhadap perekonomian daerah. Selain itu, petani di Kukar dapat beralih dari sistem tradisional ke sistem manajemen modern.

Tak hanya pertanian, sektor perikanan juga mendapat perhatian dari Pemkab Kukar. Sebab, sektor ini juga memiliki potensi besar dalam pengembangan perekonomian di Kutai Kartanegara.

Melalui program Kukar Idaman yang berjalan sejak 2021 lalu, bantuan sarana dan prasarana rutin dilakukan untuk mendongkrak industri perikanan daerah. Di antranya pembangunan infrastruktur perikanan secara berkelanjutan di Kecamatan Samboja senilai Rp 15 miliar.

Adapun infrastruktur itu akan memiliki berbagai perlengkapan yang bertujuan untuk mendukung aktivitas perikanan. Diantaranya lemari pendigin yang dapat digunakan untuk mengawetkan hasil tangkap atau budidaya. Dengan adanya infrastruktur pendukung tersebut, harga ikan, maupun hasil perikanan lainnya bisa tetap stabil dan meminimalisir terjadinya kerugian. Sebab, akan berpengaruh pada daya tahan hasil produksi perikanan.

Pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan ini juga akan menyasar pada peremajaan jalan penghubung yang ada. Sehingga, dapat menunjang distribusi hasil perikanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Dan, akan berpengaruh pada perputaran ekonomi.

Tak hanya itu, Rp 219 Miliar juga digelontorkan Pemkab Kukar dalam program 25 ribu nelayan produktif.

Diketahui bahwa program tersebut merupakan salah satu dari 23 program dedikasi Pemkab Kukar yang juga tertuang dalam RPJMD Kukar 2021-2026. Program tersebut meliputi pemberian bantuan bagi kelompok-kelompok nelayan, atau Pokdakan yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kukar.

Peningkatan sektor perikanan di Kota Raja ini pun akan didukung dengan pembangun pabrik pakan ikan di Loa Kulu. Sebab, harga pakan ikan yang mahal menjadi salah satu kendala bagi para pembudidaya ikan di Kutai Kartanegara.

Adapun alasan Loa Kulu sebagai lokasi pabrik yang dipilih karena memiliki beberapa keunggulan. Pertama, Loa Kulu merupakan wilayah dengan jumlah pembudidaya ikan terbanyak di Kukar. Kedua, Loa Kulu memiliki akses yang mudah ke kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan.

Perharian Edi-Rendi pada sektor perikanan ini pun sejalan dengan janji politik mereka yang akan memfasilitasi 25.000 nelayan dan pembudidaya produktif di Kukar melalui Program Kukar Idaman. Program ini bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kukar, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

Peningkatan Kualitas SDM di Kota Raja, Pendidikan dan Kesehatan jadi Perhatian

cea9dd95 66ead4f4b859c

Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemkab Kukar juga menaruh perhatiannya di sektor pendidikan dan kesehatan.

Pada dunia pendidikan Pemkab Kukar mengimplementasikan program 1.000 guru sarjana pada tahun 2023 ini. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kukar. Program ini pun masuk dalam RPJMD Kukar 2021-2026 yang juga sebagai visi-misi Kukar Idaman. Sedikitnya anggaran sebesar Rp 4,5 miliar telah disediakan.

Program ini menyasar tenaga pendidik non PNS yang belum linier atau S1 hingga staf-staf sekolah pun diperbolehkan jikalau mereka berpotensi dan sering mengisi waktu kosong untuk memberikan pelajaran.

Untuk masa pendidikan, maksimalnya hanya sebanyak delapan semester. Dan, harus memiliki Indek Prestasi Komulatif (IPK) minimal 2,75.

Adapun untuk bantuan pendidikan bagi peserta didik, salah satu bantuan yang disalurkan melalui program Beasiswa Kukar Idaman. Program Beasiswa Kukar Idaman ini disiapkan untuk beasiswa S1 dan D4.

Selain beasiswa S1 dan D4, ada juga beasiswa santri lanjut perguruan tinggi. Beasiswa ini merupakan Program Satu Desa Satu Tahfiz. Pemkab membuka kuota 50 orang untuk satu tahun.

Dua program Pendidikan tersebut juga akan sejalan dengan program Kukar Siap Kerja yang secara rutin menggelar pelatihan kerja. Langkah tersebut untuk menyiapkan calon pekerja yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Program ini turut menggandeng pihak perusahaan agar masyarakat yang mengikuti pelatihan dapat langsung direkrut oleh pihak perusahaan sesuai bidang keahliannya.

Sementara untuk dunia kesehatan, Pemkab Kukar berkomitmen dalam perbaikan 806 posyandu. Diharapkan tidak akan ada lagi bangunan Posyandu yang tidak layak pakai.

Tak hanya posyandu, Pemkab Kukar juga terus mengebut pengerjaan pembangunan Rumah Sakit (RS) Muara Badak yang ditargetkan akan dapat beroprasi. Adapun jumlah tenaga kesehatan, yang rencananya akan ditugaskan dalam pengoprasiannya perkirakan berjumlah sekitar 60 orang. (Redaksi Prolog)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved