Prolog.co.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) menjalankan langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital di desa. Tahun ini, sebanyak 50 desa ditetapkan sebagai proyek percontohan ruang pemberdayaan berbasis digital.
Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen Pemprov Kaltim untuk membangun desa melalui pemanfaatan teknologi informasi. DPMD juga berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk mewujudkan 841 desa di Kaltim melek digital.
“Digitalisasi ini akan berdampak besar, terutama pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif desa. Promosi bisa lebih luas, produk lokal bisa go digital, bahkan membuka peluang ekspor dan hilirisasi produk desa,” jelas Puguh.
Pemberdayaan ini menyasar desa-desa di tujuh kabupaten Kaltim. Tujuannya, untuk membuka ruang inklusif pelayanan publik, pengembangan usaha, hingga penguatan budaya lokal melalui teknologi.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menambahkan bahwa penyediaan internet gratis di desa-desa menjadi langkah prioritas. Fokus awal diarahkan ke kantor desa, sekolah, dan puskesmas agar layanan dasar bisa terintegrasi secara daring.
Ia mengakui masih ada sekitar 50 desa yang belum terjangkau internet. Solusinya, percepatan transformasi digital akan disesuaikan dengan kondisi wilayah, baik melalui fiber optik, VSAT, maupun starlink.
Langkah ini disebut bukan hanya meningkatkan layanan, tapi juga membuka peluang baru dalam pembangunan desa yang lebih maju dan mandiri di era digital. “Kalau infrastruktur dasar sudah siap, kita lanjutkan ke Creative Hub dan titik WiFi publik,” ujar Faisal.
(Mat)


