Kelurahan Melayu Bangun Posyandu Mawar 1 untuk Tingkatkan Akses Kesehatan Masyarakat

Terbit: 3 Maret 2025

Kelurahan Melayu
Lurah Melayu, Aditiya Rakhman.

Prolog.co.id, Tenggarong – Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, terus memperkuat upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat dengan membangun Posyandu Mawar 1. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan yang lebih baik, mengingat banyak posyandu di wilayah tersebut masih beroperasi di rumah warga, sehingga pengelolaannya terbatas dan kurang optimal.

Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam pembangunan fasilitas kesehatan di daerahnya adalah keterbatasan lahan.

“Kelurahan Melayu memiliki wilayah yang kecil dan padat, sehingga sulit menemukan lahan yang cocok. Selain itu, lahan milik pemerintah juga terbatas,” ujar Aditiya.

Namun, kelurahan berhasil mendapatkan lahan strategis untuk pembangunan Posyandu Mawar 1, yang terletak di samping RSUD A.M. Parikesit. Lahan tersebut merupakan aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari Sekretaris Daerah (Sekda) dan Bupati Kutai Kartanegara.

“Sebagian lahan memang sudah dihibahkan ke Lapas, tetapi masih ada area yang bisa digunakan untuk posyandu. Setelah mendapat izin dari Sekda dan Bupati, kami akhirnya dapat membangun Posyandu Mawar 1 di sana,” tambahnya.

Sebelumnya, banyak posyandu di Kelurahan Melayu beroperasi di rumah warga, sehingga sulit melakukan perbaikan atau pengembangan fasilitas.

“Agar posyandu dapat berjalan dengan baik, harus memiliki tanah sendiri serta bangunan mandiri dengan dokumen resmi. Dengan begitu, pengelolaan dan pengembangannya bisa lebih optimal,” jelas Aditiya.

Di wilayah Mawar 9, misalnya, salah satu posyandu telah memiliki bangunan sendiri setelah warga menghibahkan tanahnya pada 2023. Sementara itu, Pembangunan Posyandu Mawar 1 yang direncanakan pada 2025 masih terkendala pengeluaran Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

“Kami menghadapi kendala dengan program efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, kami tetap optimistis pembangunan akan berjalan sesuai rencana,” katanya.

Dengan hadirnya Posyandu Mawar 1 yang mandiri dan memiliki fasilitas lebih lengkap, masyarakat Kelurahan Melayu, terutama ibu dan anak, diharapkan bisa mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik dan efisien.

Kelurahan Melayu memiliki total 12 posyandu, yang diharapkan dalam waktu dekat dapat memiliki bangunan sendiri.

“Dengan memiliki bangunan sendiri, posyandu bisa lebih leluasa untuk berkembang dan meningkatkan layanan, tanpa harus bergantung pada rumah warga,” tutup Aditiya.

(Adv/Yah)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved