Prolog.co.id, Samarinda – Upaya mencari solusi penanganan banjir di Kalimantan Timur kembali mendapat angin segar. Pertemuan lanjutan kerja sama sister-province antara Pemprov Kaltim dan Provinsi Anhui, Tiongkok, memunculkan optimisme baru terhadap penerapan teknologi pengelolaan air modern di Bumi Etam.
Agenda resmi tersebut digelar Selasa (9/12/2025) di Ivory Restaurant Hotel Mercure Samarinda. Pertemuan dipimpin langsung Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, dan dihadiri perwakilan Anhui Yajing Rainwater Utilization Technology Co., Ltd.
Forum ini menjadi ajang sinkronisasi data dan strategi teknis, mulai dari sistem pemanenan air hujan, pengembangan drainase modern, hingga pengolahan air terpadu. Seluruh peserta diminta menyiapkan data curah hujan, kondisi drainase, serta peta wilayah rawan banjir sebagai bahan diskusi bersama tim dari Anhui.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menjadi salah satu pihak yang paling menekankan pentingnya pertemuan tersebut. Ia menegaskan agenda ini bukan sekadar seremoni, melainkan kelanjutan konkret dari kerja sama yang telah disepakati sebelumnya.
“Kerja sama sebagai twin sister sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana ditindaklanjuti. Pihak Anhui sangat terbuka, bahkan menyatakan kesiapan berinvestasi untuk penanganan banjir. Teknologi mereka bagus dan sangat mungkin diterapkan di daerah kita,” ujar Sabaruddin.
Ia menilai Samarinda, sebagai wilayah yang paling sering dilanda banjir, harus menjadi prioritas penerapan teknologi tersebut. Karena itu, pertemuan yang melibatkan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda, dan pihak Anhui dinilai krusial sebelum masuk ke pembahasan teknis lanjutan, termasuk skema investasi.
“Semua pihak harus duduk satu meja. Kita perlu bahas bagaimana teknologi itu dijalankan dan seperti apa pola investasinya. Banjir di Samarinda harus ditangani secara serius. Soal nilai investasi, berapa pun, selama untuk menyelesaikan banjir, harus dijalankan dengan baik,” tegasnya.
Sabaruddin juga memastikan dukungan penuh dari Komisi II DPRD Kaltim terhadap kerja sama tersebut. Menurutnya, persoalan banjir sudah terlalu sering dirasakan masyarakat dan membutuhkan solusi nyata.
“Komisi II mendukung penuh. Teman-teman DPRD juga tidak ada yang keberatan. Dengan dukungan teknologi dari Anhui, tentu kami berada di barisan terdepan,” katanya.
Pertemuan yang dipimpin Wakil Gubernur Kaltim itu diharapkan menjadi pijakan awal penerapan teknologi pengelolaan air modern di kawasan rawan banjir. Kehadiran DPRD Kaltim sebagai mitra pengawasan juga diharapkan memastikan kerja sama ini berujung pada implementasi nyata, bukan sekadar wacana.
(Nur/Adv)


