Prolog.co.id, Samarinda – Borneo Muda soroti proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) yang merupakan proyek dikelola oleh Pertamina Hulu Mahakam, proyek ini sebenarnya merupakan pembangunan atau pabrikasi 6 platform yang bertujuan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas yang ada di Wilayah Kerja Kalimantan Timur atau Blok Mahakam.
Menurut Anggota Borneo Muda, Muhammad Sukri proyek ini adalah proyek besar dimana nilai investasi proyek sebesar US$215 juta, dan membutuhkan sekitar tujuh juta jam kerja dengan melibatkan kurang lebih sekitar 2000 tenaga kerja
“Begitu besarnya proyek ini akan tetapi sangat disayangkan proses pengerjaan atau pabrikasinya dilakukan di luar wilayah Kalimantan Timur,” ujar Sukri, Kamis 1 Agustus 2024.
Sedangkan menurutnya, proses eksploitasi dan eksplorasi sumber daya alam minyak dan gas nya dilakukan di wilayah Kalimantan Timur atau lebih tepatnya di Kabupaten Kutai Katanegara.
“Kita tidak mengetahui apa yang menjadi alasan dari Pertamina Hulu Mahakam membawa proyek ini keluar dari wilayah Kutai Kartanegara, sedangkan diketahui bersama yang menjadi kontraktor dari proyek ini adalah PT. Meindo Elang Indah, yang dimana PT. Meindo Elang Indah memiliki Yard di Kutai Kartanegara atau lebih tepatnya terdapat di Kecamatan Muara Jawa (Handil),” jelasnya.
Menurut Sukri telah banyak proyek dari Pertamina Hulu Mahakam yang dikerjakan dan selesai dengan baik oleh PT. Meindo Elang Indah Yard Handil dan para pekerjanya adalah masyarakat sekitar.
“Akan tetapi mengapa proyek SNB AOI malah di kerjakan di PT. Meindo Elang Indah yang ada di Kepulauan Riau. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan besar, ada apa sebenarnya?,” katanya.
Ia menjelaskan proyek SNB AOI bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas yang ada di Blok mahakam atau wilayah kerja Kalimantan Timur, maka sudah semestinya proyek tersebut di kerjakan di Kalimantan Timur atau Kab. Kutai Kartanegara.
“Dengan adanya proyek tersebut di Kukar maka akan ada tiga manfaat yang di rasakan masyarakat secara langsung. Pertama yaitu akan menyerap tenaga kerja lokal yang artinya mengurangi angka pengangguran, kedua yaitu proyek tersebut dapat memberikan pendidikan kepada masyarakat sekitar berupa bertambahnya pengalaman kerja bagi yg sudah bekerja sebelumnya dan memberikan pengalaman kerja bagi yg belum bekerja,” terangnya
Ketiga menurutnya, dapat membuat perekonomian masyarakat sekitar mengalami peningkatan, dengan penyerapan tenaga kerja sekitar kurang lebih 2000 orang maka hal ini akan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, akan banyak UMKM yang mengalami peningkatan pendapatan, dan lain sebagainya.
“Jadi jangan hanya melakukan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam nya saja, tetapi ketika ada Proyek besar yang dapat memberikan manfaat pada masyarakat sekitar, kemudian di bawa keluar daerah. Maka dari itu tidak berlebihan jika dikatakan bahwa hal ini adalah bentuk kurang komitmennya Pertamina Hulu Mahakam dalam memajukan daerah dan masyarakat sekitar,” pungkas Sukri.
(Mat)


