Prolog.co.id, Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa konsep Kota/Kabupaten Sehat (KKS) bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan sehat.
“Penyelenggaraan KKS merupakan strategi penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui sinergi lintas sektor,” ujar Jaya.
Menurutnya, kota atau kabupaten yang abai terhadap penyelenggaraan KKS berisiko tinggi terhadap berbagai persoalan kesehatan, mulai dari sanitasi yang buruk hingga meningkatnya penyakit menular.
“Karena itu, kolaborasi yang kuat antara masyarakat, pemerintah, dan swasta menjadi kunci utama,” jelasnya.
Jaya menekankan, dalam konsep KKS, masyarakat bukan lagi objek melainkan subjek pembangunan kesehatan.
“Peran aktif masyarakat sangat menentukan. Kesadaran kolektif akan pentingnya hidup sehat harus tumbuh dari bawah,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa program KKS memiliki landasan hukum melalui Peraturan Bersama Mendagri dan Menkes, serta merujuk pada enam pilar Kota Sehat versi WHO: perdamaian, lingkungan, tempat tinggal, masyarakat, partisipasi, dan kemakmuran.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Jaya menuturkan, kelembagaan seperti Forum KKS dan Tim Pembina dibentuk hingga ke tingkat desa. Keberhasilan program ini juga dievaluasi secara berjenjang melalui penghargaan Swasti Saba, mulai dari tingkat Padapa hingga Wistara Paripurna.
“Dengan konsep dan dukungan yang kuat, KKS bukan sekadar program, melainkan gerakan kolektif menuju masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera,” pungkas Jaya.
(Mat)


