Prolog.co.id, Samarinda – Suara solidaritas buruh menggema di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, saat ratusan massa dari Komite Rakyat Berlawan Kaltim menggelar aksi memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Kamis 1 April 2025.
Aksi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mereka menuntut perhatian serius dari pemerintah terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Perwakilan Massa Aksi, Ikbal, mengatakan bahwa peringatan May Day kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari rangkaian panjang perjuangan rakyat.
“Sebab nanti tanggal 21 Mei ada Hari Reformasi dan 31 Mei menandai 100 hari kerja Gubernur Kaltim. Ini momen penting untuk menyuarakan kepentingan buruh,” ucapnya.
Menurutnya, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah belakangan ini justru semakin memperlemah posisi pekerja. Salah satu tuntutan utama dalam aksi ini adalah penghapusan sistem outsourcing yang dianggap merugikan buruh.
“Sistem ini membuat pekerja rentan, hak-haknya dikurangi, dan masa depan mereka tidak jelas. Outsourcing harus dihapus,” tegas Ikbal.
Ia juga menyoroti rendahnya perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, terutama bagi buruh dengan jam kerja fleksibel.
“Perusahaan sering abai terhadap perlindungan buruh. Maka dari itu pemerintah harus hadir untuk memastikan standar kerja yang adil dan aman,” tambahnya.
Ia menekankan aksi tersebut juga menjadi seruan moral kepada Gubernur dan jajaran pemerintah daerah untuk tidak menutup mata terhadap nasib buruh di Kaltim.
(Mat)


