Prolog.co.id – Komika terkenal, Babe Cabita, meninggal dunia pada Selasa, 9 April 2024. Priya Prayogha Pratama, nama asli dari komedian ini, menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 6.38 WIB. Babe Cabita meninggal setelah menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Babe Cabita, yang dikenal dengan rambut keribonya, dimakamkan di TPU Kampung Gunung Cirendeu, Tangerang Selatan, Banten pada hari yang sama.
Babe Cabita diketahui menderita anemia aplastik, sebuah penyakit langka. Dia direkomendasikan untuk menjalani pengobatan di Malaysia atau Singapura.
Dilanir dari Halodoc, anemia aplastik adalah penyakit darah dan sumsum tulang yang disebabkan oleh penurunan atau penghentian produksi sel darah sehat. Meskipun sel darah masih diproduksi, jumlahnya tidak memadai. Kondisi ini terjadi ketika sumsum tulang rusak dan produksi sel darah baru melambat atau berhenti sepenuhnya. Beberapa faktor penyebabnya termasuk gangguan autoimun, infeksi virus, dan efek samping dari radiasi atau kemoterapi untuk kanker.
Anemia aplastik dapat disebabkan oleh berbagai hal dan dapat terjadi tanpa alasan yang jelas. Penyakit ini umumnya menyerang orang yang berusia 15-25 tahun dan 60 tahun ke atas.
Mengenal Anemia Aplastik
Anemia aplastik merupakan salah satu jenis kelainan darah kronis yang jarang ditemui. Dilansir dari Halodoc, anemia aplastik muncul ketika sumsum tulang gagal memproduksi sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit dalam jumlah yang cukup.
Akibatnya, penderita anemia aplastik akan mengalami penurunan kadar hemoglobin secara berkelanjutan. Adapun hemoglobin adalah komponen darah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.
Jumlah sel darah putih dan merah yang tidak mencukupi serta trombosit yang rendah, penderita anemia aplastik berisiko tinggi mengalami infeksi serius, perdarahan, masalah jantung, dan komplikasi lainnya. Jika tidak ditangani, anemia aplastik dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan.
Berikut Beberapa Kondisi yang Dapat Menyebabkan Anemia Aplastik
Dilansir dari Halodoc, berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan anemia aplastik:
1. Perawatan Radiasi dan Kemoterap
Perawatan ini biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker. Meskipun berguna untuk melawan sel kanker, terapi ini juga dapat merusak beberapa sel sehat, termasuk sel induk di sumsum tulang. Anemia aplastik bisa menjadi efek samping sementara dari perawatan ini.
2. Paparan Bahan Kimia
Paparan bahan kimia beracun, seperti pestisida, insektisida, dan benzena dalam bensin, dapat menyebabkan anemia aplastik. Menghindari paparan berulang terhadap bahan kimia ini dapat membantu memperbaiki kondisi tersebut.
3. Infeksi Virus
Infeksi virus pada sumsum tulang dapat menyebabkan anemia aplastik. Beberapa virus yang berhubungan dengan penyakit ini antara lain hepatitis, Epstein-Barr, cytomegalovirus, parvovirus B19, dan HIV.
4. Penyakit Autoimun
Anemia aplastik juga dapat terjadi saat seseorang mengidap penyakit autoimun, di mana sistem imun menyerang sel-sel sehat di sekitarnya, termasuk sumsum tulang.
Gejala Anemia Aplastik
Anemia aplastik merupakan penyakit langka yang menyerang sumsum tulang, sehingga menghambat produksi sel darah merah, putih, dan trombosit. Kekurangan sel darah ini dapat menimbulkan berbagai gejala yang berbeda-beda, tergantung jenis sel darah yang terdampak.
1. Gejala defisiensi sel darah merah:
- Mudah mengantuk
- Lemas dan merasa lemah
- Pucat
- Pusing atau nyeri kepala
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Jantung berdebar-debar
2. Gejala defisiensi sel darah putih:
- Demam
- Mudah sakit atau mengalami infeksi berulang
3. Gejala defisiensi trombosit:
- Mudah memar
- Pendarahan, seperti mimisan atau pendarahan gusi
Penting untuk diingat bahwa setiap orang dengan anemia aplastik dapat mengalami gejala yang berbeda-beda, dan tingkat keparahannya pun beragam. Jika Anda merasakan beberapa gejala di atas, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Ikuti artikel prolog.co.id lainnya di Google News


