Prolog.co.id, Semarang – Milad Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) yang ke-76 kembali dirayakan. Pada peringatan hari jadi organisasi tersebut, Ketua Umum GPM, Emir Moeis meminta agar seluruh kader bisa terus melanjutkan dan menyerukan semangat ideologi Marhenisme.
Khususnya ideologi itu bisa diserukan dan disosialisasikan kepada para generasi muda. Tujuannya, agar kehidupan berbangsa dan bernegara bisa terus berjalan sesuai yang diinginkan pendiri bangsa Presiden Ir Soekarno.
“Dengan beradaptasi pada perkembangan era milenial, GPM berupaya menyebarluaskan ajaran Marhaenisme di kalangan generasi muda,” kata Emir Moeis, Rabu (31/5/2023).
Selain meneruskan semangat ideologi Marhaenisme, Emir juga turut menyerukan bahwa hari jadi GPM juga diiringi dengan dukungan kepada Ganjar Pranowo, sebagai calon presiden (Bacapres) diajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
“GPM bukan dilahirkan sebagai ormas penggalang kekuatan fisik, urusan tempur, organisasi pemukul atau organisasi pengamanan di lingkungan tertentu,” tambahnya.
Lanjut dijelaskannya, bahwa Marhaenisme adalah ideologi yang menentang penindasan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa.
Ideologi ini dikembangkan, dirawat, dan diwariskan Soekarno, dari pemikiran Marxisme yang diterapkan sesuai alam dan kultur Indonesia.
Soekarno mencetuskan Marhaenisme untuk mengangkat harkat hidup Massa Marhaen yang tertindas. Pada perkembangannya, pengertian Marhaen juga ditujukan kepada seluruh golongan rakyat kecil.
Petani dan buruh yang hidupnya dicengkeram orang-orang kaya dan penguasa. Kaum borjuis atau kapitalis.
Dalam syukuran ulang tahun GPM 31 Mei tersebut, dihadiri sejumlah tokoh. Mulai ketua umum DPP GPM Emir Moeis dan pengurus DPP GPM.
Hadir anggota DPD RI Asal Kalteng Dr Agustin Teras Narang, SH, Dewan Penasehat/ Pembina GPM, William Tutuarima, Pengasuh Pesantren Soko Tunggal, Sendangguwo Semarang dan Pesantren Abdurrahman Wahid, Jakarta, Gus Nuril Arifin Husein serta pengurus DPD dan DPC GPM se Jabodetabek.
Ganjar Pranowo tak hadir dalam acara ini. Pun dengan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Sementara itu Gus Nuril menyampaikan bahwa nasionalisme menjadi roh Indonesia masih berdiri.
“Maka kaum marhaen yang memiliki ideologi Marhaenis harus dapat menjaga dan mempertahankan NKRI sampai titik darah penghabisan,” kata Gus Nuril.
Sarasehan dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi dukungan Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) kepada Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024-2029.
(Redaksi Prolog)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


