Samarinda, Ibukota Kalimantan Timur, bersiap menyambut pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada tahun 2024 ini. Di antara 10 kecamatan yang ada di Kota Tepian, Palaran menjadi kecamatan terluas kedua dengan lima kelurahan di dalamnya.
Luasnya wilayah Palaran yang mencapai sekitar 221 kilometer persegi ini rupanya tak serta merta membuat pemerintah lebih perhatian. Sebaliknya, wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara ini bak dianaktirikan. Masyarakat Palaran masih harus bergelut dengan infrastruktur yang buruk, fasilitas pendidikan yang kurang memadai, dan akses kesehatan yang terbatas.
Banyaknya pusat kegiatan berbagai perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari jasa hingga produksi, juga tak lantas mensejahterakan masyarakat Palaran.
Berbagai masalah yang dikeluhkan masyarakat selama setahun terakhir kerap disuarakan Forum Komunikasi Pemuda Palaran (Forkom Pemeran). Di antaranya, jalanan yang tidak layak, tempat pembuangan sampah yang overload, dan tumpahan solar yang membahayakan pengguna jalan.
Sayangnya lagi-lagi, Forkom Pemeran merasa kecewa terhadap pemerintah kota Samarinda yang dinilai kurang peduli dan memberikan perhatian kepada Palaran. Padahal, dengan letak geografisnya yang strategis di perbatasan Samarinda dan Kutai Kartanegara, Palaran seharusnya menjadi prioritas.
Menjelang Pilkada 2024, Forkom Pemeran berharap dapat lahir pemimpin baru yang benar-benar peduli dan memperhatikan Palaran secara serius. Mengatasi seabrek masalah yang ada saat ini. Bukan hanya datang untuk acara seremonial, terlebih menjelang pemilihan Wali Kota pada November mendatang, tapi mampu membangun sumber daya manusia, meningkatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan.


