Prolog.co.id, Samarinda – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan pemantauan Rukyatul Hilal atau pemantauan bulan, hari ini, Minggu (10/3). Pemantauan bulan untuk menetapkan 1 Ramadan ini di gedung Plaza Mulia Samarinda.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Samarinda, Ikhwan Saputra, mengatakan dari Hasil pantauan menunjukkan hilal di Samarinda berada pada ketinggian 0,18 derajat, dengan elongasi 12 derajat. Hasil pantauan ini akan segera dilaporkan kepada Kemenag Pusat dan dibahas dalam sidang isbat.
“Proses pengamatan hilal juga dilakukan di beberapa titik di kabupaten dan kota yang ada di Indonesia. Jika hilal terlihat di salah satu kabupaten, maka puasa kemungkinan akan dilaksanakan besok hari,” ujar Ikhwan setelah melakukan pemantauan Rukyatul Hilalsore tadi (10/3).
Ikhwan menambahkan bahwa menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hilal di Samarinda masih belum terlihat dengan jelas.
Meskipun demikian, menurutnya, penetapan awal puasa pada tanggal besok atau lusa merupakan keputusan Sidang Isbat. Saat ini masyarakat hanya perlu menunggu putusan resmi dari hasil laporan tiap-tiap daerah.
“Saat ini, hilal di Samarinda berada pada ketinggian 0,8 derajat. Namun, kriteria hilal yang dapat dijadikan patokan awal Ramadhan adalah ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Di daerah kita ini, mulai dari pagi tadi terdapat kabut tebal disertai mendung,” ungkapnya.
Ikhwan juga menanggapi adanya potensi perbedaan waktu awal berpuasa dengan mengatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang biasa terjadi setiap tahunnya.
“Dalam menentukan awal bulan Ramadhan, penting untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan pendapat,” ungkapnya.
Menurutunya, walaupun ada Kelompok Umat Islam memiliki dasar perhitungan yang berbeda, namun pihaknya tetap bersepakat berdasarkan putusan Menteri Agama Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, serta Singapura.
“Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk menunggu putusan resmi dari sidang Isbat dalam menentukan awal bulan Ramadhan 1445 H, dan semoga pelaksanaan ibadah puasa di tahun ini bisa berjalan lancar,” tutupnya. (Mat)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


