Pelatih Borneo FC Bangga dengan Pemain Imbang Lawan Persib, Namun Kritik Kinerja Wasit

Terbit: 12 April 2025

Borneo FC
Pelatih Borneo FC Samarinda, Joaquin Gomez saat sesi konferensi pers usai pertandingan. (Prolog/Don)

Prolog.co.id, SamarindaBorneo FC Samarinda harus puas berbagi poin usai bermain imbang 2-2 dengan Persib Bandung dalam laga pekan ke-28 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Segiri pada Jumat, 11 April 2025 malam.

Dua gol tim tuan rumah dicetak oleh Mariano Ezequiel Peralta Bauer (Peralta) di menit ke-28 dan ke-86. Sementara Persib membalas lewat brace Tyronne Gustavo Del Pino Ramos (Tyronne) pada menit ke-44 dan ke-51.

Pelatih Borneo FC Samarinda, Joaquin Gomez, memberikan komentarnya seusai laga kandang Pesut Etam. “Secara keseluruhan saya sangat, sangat, sangat puas dengan performa tim. Dalam dua pertandingan terakhir kami menghadapi dua tim terbaik di liga dan menunjukkan bahwa kami juga bermain di level yang sangat tinggi,” tuturnya.

Pelatih asal Spanyol ini menilai anak asuhnya berhasil mendominasi jalannya pertandingan melawan si pemuncak klasemen. “Bahkan melawan tim yang berada di posisi atas, kami buat mereka terlihat sangat biasa saja. Kami dominasi sebagian besar pertandingan dan unggul dalam statistik seperti penguasaan bola, peluang, tembakan, dan umpan silang,” katanya.

Namun, di balik rasa bangga tersebut, Coach Gomez juga tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap sejumlah keputusan dari kepemimpinan wasit asing yakni Muhammad Taqi Al Jaafari Bin Jahari.

“Tetapi di saat yang sama kami kecewa (Keputusan wasit) karena kami merasa seharusnya bisa memenangkan pertandingan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyoroti pada menit ke-44, di mana kala itu anak asuhnya unggul dalam posisi. Namun wasit asal Singapura itu memberikan penalti kepada Persib Bandung, lantaran dianggap dilanggar pemain Borneo FC di area kotak penalti.

“Dia berada di depan penyerang dan penyerang tersebut membentur dirinya. Itu adalah pelanggaran dan serangan, bukan penalti. Menurut saya, dan banyak mata yang telah melihatnya kembali. Jadi mereka pergi ke VAR dan tidak bisa mengubah itu,” ucapnya.

Lalu, sisi seharusnya timnya juga bisa mendapatkan beberapa penalti dalam pertandingan ini, namun tidak satu pun dikabulkan wasit. Ia merasa ada ketimpangan perlakuan wasit terhadap timnya.

“Setiap sentuhan yang kami lakukan terhadap pemain berbaju biru dianggap pelanggaran, Tapi ya, kami tahu bahwa itu telah sulit bagi kami dan saya akan terus tidak melihat bahwa itu akan berubah,” pungkasnya.

(Don)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved