Pemkot Samarinda Optimis Harga dan Pasokan Bapokting Kota Tepian Terjaga

Terbit: 15 Maret 2023

Wali Kota Samarinda, Andi Harun
Wali Kota Samarinda, Andi Harun

Prolog.co.id, SamarindaIntervensi ekonomi melalui operasi pasar yang ditempuh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menjadi cara ampuh yang diklaim mampu mengendalikan roda perekonomian Kota Tepian. Langkah tersebut pun kembali diambil dalam menghadapi Ramadhan 2023 untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok dan penting (Bapokting).

Wali Kota Andi Harun mengatakan intervensi ekonomi yang telah ditempuh mampu menjaga stabilitas ekonomi Kota Tepian. Keberhasilan itu dilihat dari pengendalian angka inflasi periode Januari 2023 yang hanya terpaut 4,91 persen (year-of-year/yoy). Berada di bawah rata-rata inflasi nasional yang mencapai 5,28 persen (yoy).

“Bahkan inflasi Samarinda ini lebih rendah dari angka Inflasi Provinsi Kaltim sebesar 5,36 persen dan kota Balikpapan sebesar 5,96 persen,” sebut Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Menjelang bulan Ramadhan 2023 intervensi ekonomi juga kembali dilakukan. Sebab, beberapa bapokting mulai mengalami kenaikan harga, diantaranya minyak goreng. Dalam upaya menjaga stabilitas harga, Pemkot Samarinda kembali menggelar operasi pasar minyak goreng curah yang menyasar 59 kelurahan.

“Untuk metodologinya (pelaksanaannya) perti operasi pasar beras murah dan semoga ini bisa jadi langkah antisipasi lonjakan harga,” sebut pria yang akrab disapa AH ini.

Prakiraan perekonomian Kota Tepian, lanjut AH, sejatinya telah dilakukan sejak November 2022 lalu. Sehingga, beberapa Langkah antisipasi kenaikan harga telah dipersiapkan bersama Forkopimda.

Upaya membaca permasalahan ekonomi yang akan dihadapi ini memang sengaja dilakukan sejak jauh hari. Sebab, sebesar 80 persen bapokting Samarinda rata-rata berasal dari luar daerah. Sehingga apabila salah satunya terjadi gejolak harga, maka penting untuk dilakukan operasi pasar.

“Antisipasi kita sebenarnya sudah berjalan sejak bulan November lalu. Daya jangkaunya sampai untuk ramadhan dan tahun baru. Kami menyediakan anggaran khusus untuk masalah inflasi ini dalam memastikan stabilitas harga dan pasokan bapokting,” kata orang nomor wahid di Pemkot Samarinda ini.

Meski intervensi ekonomi yang dilakukan mampu menahan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga bapokting, namun langkah tersebut tak selalu dilakukan. Sebab, jika langkah intervensi yang diambil terlalu besar maka akan mengganggu pertumbuhan ekonomi yang saat ini sedang positif. Operasi pasar nantinya akan segera diakhiri jika harga bapokting mulai stabil.

“Setelah harga kembali normal, kami tarik diri sehingga inflasi bisa terkendali tapi sekaligus tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi. Selain itu saya sampaikan kepada seluruh masyarakat tidak usah panik. Samarinda sudah mempersiapkan dua hingga tiga langkah ke depan dalam menjaga stabilitas kebutuhan pangan, karena yang paling penting kebutuhan pangan kita. Kalian boleh tidak pakai handphone selama tiga hari tapi kita tidak bisa tidak makan selama tiga hari,” tukasnya.

(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved