Pemkot Samarinda Siapkan Berbagai Langkah Strategis untuk Stabilisasi Harga Pangan Jelang Ramadan

Terbit: 4 Februari 2025

Pemkot Samarinda
Ilustrasi pangan.(Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan berbagai langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan serta mencegah gejolak harga di pasaran.

Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah pemantauan harga dan stok bahan pokok secara berkala. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani, menegaskan bahwa tim survei pasar terus melakukan pemantauan harga dan menerima laporan mingguan dari distributor guna memastikan pasokan tetap aman.

“Tim survei pasar kami selalu memantau harga dan juga menerima laporan mingguan dari distributor,” jelasnya.

Selain pemantauan, Pemkot Samarinda juga menyiapkan langkah penindakan terhadap praktik kecurangan, seperti penimbunan barang yang dapat mengganggu stabilitas pasar.

“Jika ada indikasi penimbunan atau praktik curang lainnya, kami akan segera mengambil tindakan tegas,” tegas Nurrahmani.

Tantangan utama dalam distribusi bahan pokok di Samarinda adalah ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Beberapa komoditas seperti bawang dan cabai mengalami kenaikan harga akibat cuaca ekstrem yang mempengaruhi hasil panen di daerah penghasil.

“Cabai dari Jawa Timur dan Surabaya mengalami gagal panen akibat curah hujan tinggi. Tapi kami sudah mendatangkan dari daerah lain, seperti Makassar,” tambahnya.

Sebagai upaya intervensi pasar, Pemkot Samarinda juga akan menggelar pasar murah di 20 titik yang tersebar di 10 kecamatan. Program ini bertujuan untuk memberikan akses kepada masyarakat agar bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Biasanya pasar murah kami gelar sekali menjelang puasa dan Lebaran. Tapi tahun ini kami berupaya bisa dua kali di setiap kecamatan atau minimal 20 titik di seluruh Samarinda,” ungkap Nurrahmani.

Disdag Samarinda saat ini tengah berkoordinasi dengan distributor dan pemerintah kecamatan untuk menentukan lokasi strategis pasar murah agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Pada awal Februari ini, kami menjaring data dari kecamatan mengenai titik-titik lokasi pasar murah, lalu berdiskusi dengan distributor untuk menentukan jadwal dan lokasi yang strategis,” tutupnya.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemkot Samarinda optimistis dapat menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.

(Don)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved