Penanganan Banjir Samarinda Dinilai Harus Dimulai dari Hulu SKM

Terbit: 5 Desember 2025

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi.

Prolog.co.id, Samarinda — Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menilai upaya penanggulangan banjir di Samarinda tidak akan efektif jika perhatian hanya diarahkan pada pengerukan Sungai Mahakam.

Ia menekankan bahwa pembenahan kawasan hulu Sungai Karang Mumus (SKM) merupakan titik kunci yang harus diprioritaskan. Menurut Subandi, wilayah hulu SKM mencakup kawasan di Samarinda dan Kutai Kartanegara seperti Pampang, Tanah Datar, Marangkayu, hingga Muara Badak.

Daerah-daerah ini punya kontribusi besar terhadap fluktuasi debit air yang mengarah ke pusat kota.“Naik turunnya debit air di Samarinda dipengaruhi langsung oleh kondisi kawasan hulu,” ujarnya.

Subandi juga menyoroti pembangunan folder seluas 60 hektare di Sungai Siring yang dikerjakan Pemerintah Kota Samarinda. Folder tersebut diproyeksikan menjadi tempat tampungan sementara sebelum limpasan air dari wilayah atas masuk ke kawasan perkotaan.

“Fungsinya untuk menahan aliran air agar tidak langsung menuju pusat kota,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa proyek folder tersebut membutuhkan biaya yang tidak kecil. Saat ini, baru sekitar 10 hektare yang mulai digarap dari total rencana keseluruhan.

Subandi menegaskan pentingnya sinkronisasi antara penataan wilayah hulu SKM dan pengerukan Sungai Mahakam. Menurutnya, kedua langkah tersebut tidak bisa berjalan sendiri-sendiri jika penanganan banjir ingin mencapai hasil maksimal.

“Keduanya saling melengkapi. Penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu,” tegasnya.

(Nur/Adv)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

bisnis

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved