Prolog.co.id, Sangasanga – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui keterangan resminya memberikan penjelasan terkait insiden semburan lumpur bercampur gas di lokasi pengeboran migas Sangasanga, yang sempat menimbulkan keresahan warga. Peristiwa pengeboran di Kelurahan Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Kamis, 19 Juni lalu tersebut diklaim teratasi dalam waktu tiga hari pasca pengeboran migas.
Manager Communication Relations & CID, Dony Indrawan, melalui keterangan tertulisnya menjelaskan, bahwa insiden semburan merupakan risiko yang telah dimitigasi dalam setiap kegiatan pengeboran migas. Kordinasi antara PT Pertamina Hulu Indonesia bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan juga telah dilakukan pasca kejadian. Tujuannya, memastikan keamanan masyarakat dan lingkungan.
“Kami telah melakukan pengukuran kualitas udara dan air. Kami juga menyediakan dukungan air bersih, posko layanan kesehatan, serta perlengkapan dan asupan penunjang bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Dony dalam keterangan tertulis yang diterima prolog.co.id pada Senin, 7 Juli 2025.
Sebagai bentuk tanggung jawab atas gangguan layanan air bersih, Pertamina bersinergi dengan PDAM Tirta Mahakam. Kolaborasi ini fokus pada pengurasan dan pembersihan fasilitas pengolahan air (WTP), penggantian media filter, serta pembilasan jaringan distribusi.
Pada 27 Juni 2025, pasca insiden pengeboran, hasil laboratorium dari PDAM Tirta Mahakam menyatakan bahwa air produksi telah kembali memenuhi baku mutu dan layak digunakan untuk keperluan rumah tangga. Pengumuman resmi ini juga telah disampaikan kepada masyarakat melalui kanal media sosial PDAM pada 1 Juli 2025.
Klarifikasi Wilayah Operasi Pertamina
Dony juga mengklarifikasi bahwa lokasi semburan gas tersebut berada di wilayah kerja PT Pertamina EP Sangasanga Field, bukan di bawah pengelolaan PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) yang beroperasi di wilayah Muara Badak.
“Perusahaan berkomitmen penuh untuk terus melakukan evaluasi dan tindak lanjut guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Kami selalu berpegang pada prinsip operasi migas yang selamat, andal, dan sesuai regulasi yang berlaku,” tutup Dony. (day)


