Potensi Besar Kota Bontang dalam Pengembangan Industrial Estate

Terbit: 12 Juni 2023

Kota Bontang
Industri petro kimia di Kota Bontang, Kaltim. (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Pengembangan industrial estate di Kota Bontang dinilai memiliki potensi besar. Jika berjalan, maka Kota Taman akan menyiapkan kawasan industri petrokimia yang berfokus pada migas dan kondensat.

Pengembangan industri petro kimia yang berbasis pada sektor migas ini tak lepas dari capainnya selama ini. Mengacu data BPS, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, struktur perekonomian Kota Bontang masih sangat didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan. Adapun PDRB Kota Bontang pada 2022 lalu mencapai Rp40,93 triliun.

Jika dirincikan berdasarkan PDRB menurut lapangan usaha, industri pengolahan termasuk industri petro kimia berkontribusi sebesar 78,72 persen. Sampai saat ini, kegiatan industri pengolahan mempengaruhi perekonomian Kota Bontang sekitar 78-82 persen setiap tahunnya. Kehadiran beberapa perusahaan yang utamanya bergerak di bidang industri kimia tersebut menjadi trigger bagi pergerakan ekonomi di lapangan usaha lainnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Puguh Harjanto mengatakan, arahan zonasi kawasan industri khusus di Kota Taman akan meliputi zona inti produksi, zona outlet, zona pelayanan, zona penyangga, hingga zona terpengaruh.

“Arahan zona kawasan perdagangan atau pelabuhan bebas berupa pengembangan pelabuhan utama zona pengembangan logistik, perdagangan serta zona industri,” ujarnya.

Pengembangan kawasan berbasis migas dan kondensat ini merupakan indikasi arahan Zonasi Kawasan Industri Petrokimia berdasarkan RTRW Kaltim. Pengembangan potensi ini pun mampu mencuri perhatian.

“Jenis industri yang berpotensi ditempatkan pada Kawasan Industri Kota Bontang difokuskan pada jenis industri Petrokimia (migas dan kondensat),” tambahnya.

Jenis industri yang ada akan meliputi pupuk, plastik, serat sintetis, dan karet sintetis. Termasuk bahan pelarut, bahan pelembut, bahan pembersih, pestisida, hingga barang karet dan plastik.

“Ada juga industri pengolahan dan pengawetan makanan yang berupa perikanan dan rumput laut. Termasuk industri alat angkut laut juga industri kapal dan perbaikannya,” tutupnya.

(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved