Prolog.co.id, Samarinda – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Pasar Merdeka di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kalimantan Timur, Kamis (21/9/2023).
Orang nomor wahid di Indonesia tersebut tiba di Kota Tepian sekitar pukul 10.43 Wita. Satu per satu pedagang sempat disantroni Jokowi, menanyakan harga sembako yang beredar di pasar berlabel SNI tersebut.
Dalam pantauannya, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tersebut masih terkendali dengan baik. Sejumlah komoditas pokok bahkan mengalami penurunan harga, diantaranya adalah cabai dan bawang.
“Saya melihat harga-harga juga terkendali baik bahkan cabe, bawang putih, dan bawah merah harganya juga turun,” kata Jokowi.
Kendati sejumlah kebutuhan pokok mengalami penurunan, rupanya untuk harga beras di Pasar Merdeka masih tergolong tinggi. Hal ini dikarenakan keterbatasannya pasokan dari petani. Dampak dari fenomena super El-Nino yang terjadi di tujuh provinsi.
Melalui Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog yang mulai tersalurkan ini diharapkan mampu menekan harga tingginya beras dipasaran.
“Yang masih belum turun harga beras, jadi tadi saya liat beras Bulog sudah mulai masuk. Kita harapkan dengan operasi yang dilakukan Bulog harga juga akan bisa turun,” sebut Presiden Republik Indonesia ke-7 ini.
Selain itu, pemerintah juga menambah cadangan beras melalui impor guna menutup kekurangan produksi yang ada.
“Kita memperbesar cadangan strategis lewat impor karena untuk menutup kekurangan produksi yang ada,” tutupnya.
Sementara itu, Niko selaku Pedagang Beras di Pasar Merdeka, mengatakan adanya bantuan beras SPHP dari Bulog hal tersebut cukup membantu untuk menurunkan harga.
“Beras premium lagi ada kenaikan, tapi sekarang kita dibantu sama Bulog beras SPHP, jadi harga mulai meredam atau mulai turun sekarang. Semoga harga beras bisa turun kembali normal kembali,” singkatnya.
(Redaksi Prolog)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


