Prolog.co.id – Di tengah sorotan publik terhadap lesunya peran koperasi desa, Rapat Anggota Tahunan (RAT) XL Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) Kaltim justru menyingkap persoalan klasik yang tak kunjung selesai. Ketua Umum PUSKUD Kaltim, Mohammad Arief Pahlevi Pangerang, secara terbuka mengakui kelembagaan koperasi masih rapuh dan jauh dari kata ideal.
Menurutnya, berbagai hambatan mulai dari lemahnya konsolidasi internal hingga keterbatasan infrastruktur membuat koperasi tidak maksimal dalam menggerakkan roda ekonomi desa. “Kita harus jujur, koperasi desa menghadapi banyak kendala. Revitalisasi bukan pilihan, tapi keharusan,” ujarnya tegas di Hotel Mercure Samarinda, Senin 21 Juli 2025.
Sorotan itu sejalan dengan pandangan Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, yang menekankan agar RAT kali ini tidak berakhir sebagai formalitas tahunan. Ia menegaskan koperasi perlu benar-benar melakukan transformasi, bukan sekadar mengulang janji perubahan.
“Kalau hanya wacana tanpa eksekusi, koperasi akan terus tertinggal dan masyarakat yang dirugikan,” katanya.
Husni menekankan pentingnya langkah konkret, seperti penguatan peran koperasi dalam pembangunan desa, peningkatan kapasitas SDM, hingga keberpihakan pada kepentingan anggota. Tanpa itu, kata dia, koperasi akan sulit memberi kontribusi terhadap visi pembangunan generasi emas.
(Nng/Adv/DPRDKaltim)


