Prolog.co.id, Samarinda – Teras Samarinda, yang ada di pinggiran Sungai Mahakam Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda, kini menjadi kawasan yang primadona masyarakat Kota Tepian kunjungi, baik hari-hari biasa maupun di waktu weekend.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda merencanakan akan ada penambahan fasilitas lagi yakni pembangunan Musala Terapung. Kabarnya, proyek itu akan dimulai pada 2025, menyusul tahap perencanaan yang masih berlangsung.
Sebagaimana diterangkan Asisten II Ekonomi Pembangunan Setkot Samarinda, Marnabas Patiroy bahwa adanya Musala Terapung itu, akan menjadi fasilitas tambahan untuk pengunjung yang ingin beribadah di sana.
“Ini (Musala) akan menjadi tambahan bagi kita untuk beribadah, dan desainnya sedang dalam tahap perencanaan untuk tahun 2025,” tuturnya.
Pria yang karibnya disapa Marnabas tersebut memaparkan, musala ini rencananya berada di antara area parkir dan amphiteater Teras Samarinda, memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar area itu.
Dan musala itu tak akan tergabung dalam segmen tertentu dari pengembangan Teras Samarinda, tetapi akan menjadi fasilitas yang terpisah. Dinas PUPR Samarinda juga akan dilibatkan dalam proses pembangunan.
“Antara parkiran dengan amphiteater, ada lahan yang melengkung, pak wali ingin di sana ada musala terapung, sebagai penghubung antara teras satu dan teras tiga,” tuturnya.
Lebih lanjut Marnabas menegaskan, bahwa lokasi musala tersebut aman. Tidak akan terganggu dengan adanya kapal-kapal yang nantinya melintasi perairan Sungai Mahakam kawasan tersebut.
Dirinya pun mengharapkan dengan kehadiran musala terapung nantinya akan menambah kenyamanan pengunjung dalam beribadah, mengingat saat ini kapasitas musala yang ada masih terbatas.
Saat disinggung awak media mengenai anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan Musala Terapung tersebut. Marnabas belum dapat menyampaikan jumlah pastinya, karena masih dalam tahapan perencanaan.
“Belum bisa pastikan anggarannya karena ini masih dalam tahap perencanaan. Mudah-mudahan bisa digabungkan dengan tahap perencanaan Teras Samarinda lainnya, jadi tidak membutuhkan banyak biaya tambahan,” imbuhnya.
(Don)


