Rombongan Pariwisata Kutim Menilik Ekonomi Wisata Bonjeruk NTB

Terbit: 4 Desember 2023

Rombongan Pariwisata Kutim
Aktivitas rombongan pariwisata Kutim saat menilik kegiatan ekonomi wisata Bonjeruk, NTB. (ist)

Prolog.co.id, Lombok – Pada hari kedua kunjungan studi tiru di Nusa Tenggara Barat, rombongan pegiat pariwisata dari Kutai Timur (Kutim), bersama Dinas Pariwisata (Dispar), memilih menjelajahi keindahan Desa Wisata Bonjeruk di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Perjalanan dimulai dengan sambutan hangat dan minuman khas Jamu Serbuk sebagai tanda selamat datang. Dalam suasana ramah, rombongan berjalan kaki menelusuri setiap sudut Desa Bonjeruk, menyaksikan kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari kegiatan menenun kain hingga beraktivitas di sawah.

Warga desa menyambut mereka dengan ramah, menciptakan pengalaman yang sesungguhnya dari sapta pesona. Rombongan tidak hanya menjadi penonton, namun juga terlibat langsung dalam proses menenun kain. Ibu-ibu penenun setempat dengan antusias memandu para pengunjung, yang mencoba tangan mereka dalam menciptakan berbagai produk kain seperti selendang, sarung, dan kain lainnya.

Setiap langkah dalam perjalanan ini memungkinkan mereka merasakan keberagaman produk dan keahlian lokal. Galeri UMKM Pokdarwis Bonjeruk Permai menjadi destinasi berikutnya, di mana rombongan diajak menjelajahi produk makanan khas.

Mahasiswa magang lokal, Lia, berperan sebagai pemandu, menjelaskan variasi produk UMKM, termasuk kue aling-aling, jamu serbuk, tape uli, stik duri ikan, sari rempah gula aren, dan kopi khas Bonjeruk.

Rombongan pun tak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga turut serta dalam suasana perbelanjaan, menikmati dan merasakan kelezatan penganan lokal.

Pada tahap selanjutnya, rombongan belajar cara menyangrai kopi khas Bonjeruk. Proses tumbuk manual menghasilkan serbuk kopi yang disajikan sambil menikmati secangkir kopi panas.

Tarian tradisional dan musik gamelan, disuguhkan sebagai bagian dari hiburan budaya. Para penari muda mengajak rombongan untuk berpartisipasi dalam tarian, menciptakan momen kebersamaan yang penuh sukacita.

Menurut Gunadiusahawan, pengurus kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Bonjeruk Permai, desa ini mendapatkan kunjungan sekitar 10-15 rombongan setiap bulannya, menandakan popularitas dan daya tariknya.

Joko Padmowadi, peserta studi tiru dari Kutim, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesadaran masyarakat Bonjeruk dalam mengelola pariwisata. Ia menilai bahwa kultur dan adat budaya yang kental telah membentuk desa ini menjadi destinasi wisata yang berkelas.

“Desa Wisata Bonjeruk berhasil mengembangkan produk wisata budaya, alam pedesaan, dan kuliner, memberikan kesan hidup damai di pedesaan dengan nuansa alam yang asri dan budaya yang luhur,” ujarnya.

Keindahan dan kesejahteraan yang diukir oleh Desa Wisata Bonjeruk mencerahkan rombongan pegiat pariwisata Kutim, memberikan inspirasi baru untuk membawa pesona serupa ke daerah mereka sendiri.
(atk/adv/diskominfokutim)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved