Prolog.co.id – Rupiah melemah tipis terhadap dolar AS pada Selasa, 7 Mei 2024, mencapai level Rp16.046 per dolar AS. Hal ini berbanding terbalik dengan dolar AS yang menguat 0,14 persen ke posisi 105,19.
Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 20,50 poin atau 0,13 persen menuju level Rp16.046 per dolar AS.
Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya. Yen Jepang melemah 0,12 persen, won Korea 0,06 persen, yuan China 0,09 persen, peso Filipina 0,02 persen, dan baht Thailand 0,05 persen.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menilai fokus pasar pekan ini tertuju pada komentar pejabat The Fed terkait suku bunga, terutama setelah data nonfarm payrolls yang lebih lemah dari perkiraan.
“Namun, peluang penurunan suku bunga oleh bank sentral tidak banyak memberikan dukungan terhadap mata uang Asia, mengingat The Fed masih diperkirakan akan mulai menurunkan suku bunganya pada September,” ujar Ibrahim, Selasa, 7 Mei 2024.
Di sisi lain, pasar menantikan data inflasi Jepang dan pertumbuhan upah untuk mengukur langkah Bank of Japan (BOJ) dalam menaikkan suku bunga.
Sementara itu, dari dalam negeri, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan posisi utang pemerintah mencapai Rp8.262,10 triliun per akhir Maret 2024, setara 38,79 persen terhadap PDB. Rasio utang ini masih di bawah batas aman 60 persen PDB.
Diperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif besok, tetapi ditutup menguat pada rentang Rp16.000 hingga Rp16.080 per dolar AS. (Day)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


