Prolog.co.id, Samarinda – Kota Samarinda akan menjadi lokasi perintis pembangunan sekolah rakyat di Kaltim. Terpilihnya Kota Tepian setelah dinyatakan layak oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk memulai inisiasi program nasional di bidang pendidikan tersebut.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa dari lima lokasi sekolah rakyat yang diusulkan oleh Kaltim, hanya lahan di Samarinda yang memenuhi syarat kesiapan pembangunan setelah dievaluasi oleh Kemensos RI.
“Lokasi yang berada di kawasan sekitar Stadion Utama Palaran telah dinyatakan siap bangun. Usulan lainnya dari Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Berau, dan provinsi sendiri masih dalam tahap persiapan lahan,” terang Andi pada Jumat, 4 Juli 2025.
Lebih lanjut dikatakan Andi, Kota Samarinda juga ditetapkan sebagai daerah rintisan tahap 1B dan 1C. Ini berarti tiga lokasi strategis telah disiapkan untuk memulai kegiatan belajar-mengajar. Lokasinya ialah, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim di Samarinda Seberang, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, serta gedung bekas asrama SMA Negeri 16 di Jalan Perjuangan.
Penyediaan Fasilitas Menjadi Fokus Tahap Awal Sekolah Rakyat Samarinda
Andi menjelaskan bahwa untuk tahap awal, direncanakan akan dibuka sejumlah rombongan belajar mulai dari tingkat SD hingga SMA. Setiap rombongan belajar akan menampung 25 siswa. Meskipun ada penyesuaian fasilitas di SMA 16 karena digunakan juga oleh siswa reguler, namun pelaksanaan pembelajaran tetap akan difokuskan di area asrama dengan tambahan fasilitas seperti lapangan upacara dan pemanfaatan laboratorium secara bergilir.
Adapun target pemerintah pusat, 200 Sekolah Rakyat akan dibangun hingga akhir tahun 2025. Sejauh ini, 63 lokasi di seluruh Indonesia telah dinyatakan siap digunakan, sementara sisanya masih dalam tahap rintisan, seperti yang kini dimulai di Samarinda.
Tim dari Kementerian PUPR juga telah meninjau langsung kesiapan infrastruktur di lokasi-lokasi tersebut. Mereka akan memastikan kelengkapan sarana dasar seperti tempat tidur, meja, dan perlengkapan belajar di setiap lokasi.
“Sambil menunggu berita acara dari Kementerian PU, kami juga sudah mulai mengidentifikasi calon siswa. Proses seleksi akan dimulai begitu semua fasilitas dipastikan lengkap,” kata Andi.
Sementara itu, seluruh tenaga pendidik nantinya akan disediakan oleh pemerintah pusat melalui mekanisme rekrutmen nasional. Andi berharap, program Sekolah Rakyat ini akan menjadi lompatan besar dalam penyediaan pendidikan alternatif yang lebih adil, khususnya menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera. (mat)


